Macau: Dari Kota Judi Sampai Destinasi MICE

Tuesday, 14 November 23 Bayu Hari
Sands China

Bisnis perjudian di Macau telah berlangsung sejak abad ke 19, ketika Portugis masih menguasai wilayah yang berluas 28,6 kilometer persegi itu. Wajar apabila Macau kini tersohor sebagai destinasi judi populer di dunia, setelah Las Vegas. Pendapatan Macau dari judi ditengarai mencapai US36 miliar pada 2019 atau senilai Rp540 triliun. 

Selain bisnis judi, dalam dua dekade terakhir, Macau juga giat mengembangkan sektor pariwisata dan MICE, tepatnya setelah lepas dari koloni Portugis pada tahun 1999. Lepasnya Macau dari Portugis itu kemudian memicu derasnya aliran dana investasi yang masuk ke Macau.

Salah satu yang terbesar adalah investasi Sands China dengan mega proyek pembangunan kawasan hotel & resort terpadu di wilayah Cotai Strip.  Sands China yang terafiliasi dengan Las Vegas Sands itu mengelola beberapa properti ternama semisal The Venetian, The Plaza, The Londoner, The Parisan, dan Cotai Expo. Apabila dijumlahkan, total akomodasi di kawasan ini mencapai 12,400 kamar atau sekitar 25 persen dari total kamar hotel berbintang di Macau yang berjumlah 48,432 kamar.

BACA JUGA:   Pemerintah Makau Fokus Garap Pasar Indonesia

Memulai investasi pada tahun 2002, Sands China pun telah menjelma menjadi operator resort terbesar di Macau. Tahun lalu, properti yang dikelolanya berhasil dikunjungi sekitar 31 juta pengunjung, atau rerata 85 ribu pengunjung per hari. 

Namun, dari sisi revenue, pendapat Sands China belum pulih jika dibandingkan tahun 2019 atau periode sebelum pandemi COVID 19. Tercatat net revenue Sands China pada 2022 hanya US$1,61 miliar atau Rp24,1 triliun (kurs:15.000), nilai itu sekitar 18 persen dari pencapaian perusahaan pada tahun 2019. 

Untuk mempercepat proses pemulihan bisnisnya, Sands China pada awal November lalu menyelenggarakan kegiatan bertajuk “ Sands Lifestyle #ReDiscover Macao 2023”. Acara familiarisation trip itu diikuti sekitar 200 pelaku MICE dan media dari pelbagai dunia, termasuk dari Indonesia. 

“Ini merupakan MICE familiarization trip yang diselenggarakan oleh Sands Resort Macau pasca pandemi. Programnya dirancang untuk memberikan pengalaman terbaik bagi para peserta dan bentuk inisiatif kami mengembangkan Macau sebagai destinasi  MICE dan pariwisata dunia,” kata Kris Kaminsky, Senior Vice President of Hotel Operations, Sands China Ltd.  

BACA JUGA:   Pekan Raya Indonesia Hadirkan 30 Permainan Tradisional

Bekal Sands Resort Macau untuk menyasar segmen MICE ternyata sangat mumpuni. Ruang yang dapat digunakan untuk kegiatan MICE, luasnya mencapai 505,968 meter persegi. Selain itu juga terdapat empat ruang teater yang total kursinya berjumlah 5,351 kursi, dan dua arena berkapasitas 21,000 kursi.  

Pada 2022, kegiatan MICE yang berlangsung di Sands Macau berhasil mendatangkan 516 ribu pengunjung. Kegiatan pameran menyumbang pengunjung terbanyak, sekitar 476 ribu. Sisanya, sekitar 40 ribu pengunjung disumbangkan oleh kegiatan meeting, conference, incentive trip, dan social event

Minat Turis Indonesia ke Macau

Kunjungan turis ke Macau memang belum pulih seratus persen. Tahun 2022, total kunjungan turis hanya bertengger di angka 6 jutaan. Namun, kunjungan turis ke Macau perlahan mengalami peningkatan, pada periode Januari- September 2023 jumlah turis yang bertandang ke Macau mencapai 19,9 juta turis.

BACA JUGA:   Ini Strategi Macau Untuk Bidik Pasar Indonesia

Selain turis asal China, Hongkong, Taiwan, Philipina, dan Korea Selatan, ternyata turis asal Indonesia yang bertandang ke Macau juga mengalami peningkatan, jumlahnya mencapai 95,729 turis. Hal itu menempatkan Indonesia masuk dalam peringkat 10 besar pengekspor turis ke Macau.  

Tak heran jika pihak Sands Macau juga mengundang tujuh biro perjalanan asal Indonesia untuk mengikuti MICE familiarization trip. Salah satunya adalah Roy Oktavian dari Gracindo Tours. Menurutnya, meskipun harga paket tour ke Macau terbilang mahal, tapi peminatnya tetap ada.