Manik Bumi dan IDKA akan Selenggarakan Singaraja International Art Forum

Monday, 29 October 18 Nila Sofianty

Gong Laut yang diselenggarakan oleh Manik Bumi dan IDKA (Indonesisch-Deutschen Kulturausatausch) pada akhir Oktober 2018 menggelar sebuah forum seni yang melibatkan 16 seniman dari berbagai negara di dunia. Dr. Silke Behl, representatif divisi Hubungan Internasional Gong Laut, mengatakan, festival seni itu akan menampilkan karya seni kolaborasi yang membawakan pesan-pesan positif kepada masyarakat dan sekaligus menjadi sebuah wakeup call untuk melindungi lingkungan.

“Salah satu tujuan dan pertimbangan menggelar acara ini adalah karena kami ingin menghubungkan seniman-seniman Indonesia untuk menciptakan sebuah kerja sama yang berarti di masa depan. Kami memang sudah menjalin kerja sama dengan beberapa institusi budaya di negara-negara di Eropa mulai dari Jerman, Afrika Selatan, hingga Amerika,” ujar Dr. Silke Behl.

Gong Laut akan dilaksanakan pada 28 Oktober hingga 4 November di Singaraja, Bali Utara. Serangkaian kegiatan yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan terutama yang berhubungan dengan kelautan akan dilaksanakan di acara ini. Gong Laut mengundang 16 seniman dari berbagai latar belakang dan negara untuk membuat komitmen baru demi mencapai gol yang meluas secara global. Nama-nama tersebut termasuk Afrizal Malna (Indonesia), Ayu Laksmi (Indonesia), Carolyn Forché (Amerika Serikat), Cok Sawitri (Indonesia), Di Lu Galay (Myanmar), Flukeminimix (Indonesia), Guy Helminger (Luxembourg), Hagar Peeters (Belanda), Indra Wussow (Afrika Selatan/Jerman), Made Bayak (Indonesia), Michael Augustin (Jerman), Samar Gantang (Indonesia), Sujata Bhatt (Jerman/India), Tania Haberland (Maurisius), dan pembicara khusus Helga Trupel (Belgia/Jerman), seorang politisi asal Jerman yang juga adalah anggota parlemen Eropa mewakili Partai Hijau.

Tujuan utama dari acara yang dilaksanakan selama delapan hari ini adalah untuk menciptakan sebuah forum seni yang mendiskusikan masalah-masalah lingkungan yang terjadi di dunia, untuk memotivasi masyarakat demi terciptanya lingkungan yang lebih baik. Forum seni ini kemudian melibatkan kegiatan seni seperti diskusi dan workshop untuk menghubungkan berbagai lapisan masyarakat, menciptakan sebuah karya seni kolaborasi yang membawa pesan lingkungan.

Untuk kegiatan diskusi dan workshop Gong Laut menggandeng Undiksha (Universitas Pendidikan Ganesha). Dengan tema “Bagai Menggarami Lautan” yang memiliki arti konotatif, yaitu melakukan sesuatu yang tidak berguna, forum ini justru terinspirasi dari arti literal kata “garam” yang menjadi filosofi acara ini. “Bagai Menggarami Lautan” dimaksudkan untuk melakukan sesuatu yang berarti bagi lautan meski hal tersebut adalah hal kecil.

Manik Bumi adalah sebuah yayasan yang bergerak di bidang pengolahan sampah dan berada di Singaraja, Bali Utara. Manik Bumi diinisiasikan untuk dapat melibatkan masyarakat lokal dalam misi-misinya menjaga lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sementara itu, IDKA merupakan sebuah institusi yang bergerak di bidang pertukaran budaya Jerman dan Indonesia. Memulai misinya dari 5 tahun lalu, IDKA dikenal oleh acara budayanya yang disebut “Pasar Hamburg”, di mana serangkaian program budaya yang melibatkan Indonesia dan Jerman ditampilkan di khalayak umum.