Pandu Laut Nusantara Selenggarakan Konser Bertema Lingkungan

Tuesday, 30 October 18 Herry Drajat
Pandu Laut Nusantara

Pandu Laut Nusantara, sebuah gerakan kolektif independen berbasis sukarelawan yang memiliki kesamaan visi dan kesadaran untuk menjaga dan merawat laut Indonesia serta menjadikan laut masa depan bangsa, mengadakan konser di Pantai Pandawa, Bali, pada 29 Oktober 2018. Perhelatan bertajuk “Konser Menghadap ke Laut” ini menghadirkan Slank, Monita Tahalea, Marzuki Jogja Hip Hop Foundation, dan Ivan Nestorman – Lamalera.

Perhelatan tersebut adalah sebuah sarana edukasi kepada masyarakat agar tumbuh semangat dan kesadaran untuk menjadikan laut sebagai masa depan bangsa. Penyelenggaraan konser bertepatan dengan hari pertama digelarnya Our Ocean Conference (OOC) 2018, yaitu sebuah konferensi yang dihadiri pemimpin-pemimpin negara kelautan yang berkomitmen melakukan perubahan bersama untuk mengubah tantangan menjadi peluang kerja sama, inovasi dan berkelanjutan. Konferensi OOC yang diselenggarakan di Bali adalah yang ke-5.

“Festival musik ini diselenggarakan karena kami percaya musik merupakan salah satu katalisator untuk membangun gerakan peduli laut di generasi muda. Acara ini akan menjadi citizen summit di mana akan hadir para influencer dan public figure serta masyarakat umum yang dapat menyatakan komitmen mereka untuk menjaga laut,” ujar Bustar Maitar, Ketua Umum Pandu Laut Nusantara.

“Seluruh artis dalam konser ini bukan sekadar artis biasa, tapi merupakan aktivis yang memang peduli terhadap laut. Kita juga pakai nama Blues in Blue ini karena mengibaratkan bahwa laut kita sedang bersedih,” tambahnya.

Sementara musikus Kaka Slank dalam kesempatan yang sama merasa memiliki pekerjaan rumah besar untuk menciptakan sebuah konser yang bebas sampah. Dirinya menyadari jika sebuah konser juga merupakan produsen sampah dengan banyaknya masyarakat yang hadir dalam konser tersebut.

“Ini PR buat saya dan Slank bahwa konser mendatang adalah konser yang bersih, kita ingin disiram sama musik tapi kita bawa pulang memori adalah musik keren, dan kita ingin tunjukkan bahwa kita bersih. Itu yang kita tunjukkan pada saat tur kalau datang ke sini jangan bawa sampah, tapi sampah bawa balik,” ujar Kaka.