BerandaEventNarasi Memori dan Arsitektur Ketakutan Irfan Hendrian di Ara Contemporary

Narasi Memori dan Arsitektur Ketakutan Irfan Hendrian di Ara Contemporary

Published on

spot_img

Jakarta, Venuemagz.com -Membuka kalender seni tahun ini, Ara Contemporary mempersembahkan sebuah pameran tunggal yang menggugah emosi dan intelektualitas bertajuk “CLOSED”. Menampilkan karya terbaru dari seniman sekaligus printmaker ternama, Irfan Hendrian, eksibisi ini menjadi ruang kontemplasi atas materialitas kertas dan sejarah sosial yang kompleks terkait etnis Tionghoa zaman dahulu.

Eksplorasi Medium: Lebih dari Sekadar Kertas

Bagi Irfan Hendrian, kertas bukan sekadar medium pasif. Dalam pameran ini, ia memperlakukan kertas sebagai “pigmen” sekaligus “kanvas”. Melalui teknik risografi yang presisi, ratusan lembar foto dicetak, diiris menggunakan mesin, lalu disusun kembali hingga membentuk struktur berlapis yang artistik.

BACA JUGA:  IFEX 2016 Mendapat Apresiasi Dari Buyer

Yang tersisa di mata penonton hanyalah jejak tinta di tepi kertas yang tampak seperti artefak sejarah yang halus dan rapuh. Proses ini menegaskan dedikasi Irfan dalam mengeksplorasi unit paling dasar dari karya seni: selembar kertas.

“Kita sadar bahwa kini sejarah mulai pudar dan ‘diputihkan’. Dalam kondisi ini, hanya arsip-arsip yang tercetaklah yang memiliki kekuatan untuk tetap bertahan,” tutur Irfan Hendrian dalam sesi Media Preview CLOSED, 30 Januari 2026.

“Architecture of Fear”: Trauma dan Keamanan Etnis Tionghoa

Di balik keindahan bentuknya, “CLOSED” membawa pesan sosial yang mendalam. Irfan menghadirkan bentuk-bentuk repetitif seperti teralis jendela, pagar seng bergelombang, serta gembok dan kunci.

BACA JUGA:  FLOII Expo 2026 Resmi Diluncurkan, Hadirkan Program yang Lebih Luas dan Kolaboratif

Elemen-elemen ini ia sebut sebagai “Architecture of Fear” (Arsitektur Ketakutan). Melalui simbol-simbol tersebut, Irfan membedah memori kolektif dan kecemasan yang dialami komunitas Tionghoa di Indonesia di masa lalu. Pameran ini mengajak kita melihat bagaimana rumah-rumah yang tertutup rapat bukan sekadar pilihan arsitektur, melainkan bentuk perlindungan diri dari bayang-bayang rasisme dan trauma sejarah.

“Bagi komunitas Tionghoa kala itu, sekadar menutup rumah dengan pagar seng ternyata tak pernah cukup. Layaknya kertas yang rapuh, rasa aman perlu dibangun lewat lapisan demi lapisan perlindungan agar mereka benar-benar merasa terlindungi,” jelas Irfan Hendrian.

BACA JUGA:  32 Negara Hadir dalam Pameran Art Basel Hong Kong

Dua Ruang Dialog

Eksibisi ini terbagi dalam dua bagian utama, yakni Main Gallery yang menampilkan badan karya terbaru berjudul Chinatown Window Sample dan Focus Gallery yang menghadirkan presentasi Open Studio yang memperlihatkan proses riset dan kerja artistik Irfan yang berkelanjutan.

Pengunjung tak hanya menikmati hasil akhir, tapi diajak juga untuk menelusuri aspek teknis di Focus Gallery. Di sana, sebuah presentasi Open Studio memungkinkan pengunjung untuk melihat secara langsung material serta proses riset mendalam yang dilakukan Irfan dalam melahirkan karya-karyanya.

Pameran ini berlangsung dari 31 Januari hingga 17 Maret 2026 di Ara Contemporary.

spot_img
spot_img

Babak Baru KRISTAInterFOOD 2026: Hadir dengan Venue Lebih Besar dan Siap Manjakan Industri Mamin Global

Jakarta, Venuemagz.com - Krista Exhibitions kembali menghadirkan pameran makanan dan minuman bertajuk InterFood untuk...

Mercure Jakarta Batavia dan Museum Wayang Hadirkan Pameran Wayang

Dalam rangka memperingati HUT ke-499 kota Jakarta, Mercure Jakarta Batavia berkolaborasi dengan Museum Wayang...

Masa Depan Pariwisata Asia Pasifik ada di Wisatawan Berkualitas

Jakarta, Venuemagz.com -- Selama beberapa dekade, standar pariwisata global sangat mudah ditebak: arus wisatawan...

InJourney Hospitality House Beri Pelatihan Pelaku Pariwisata di Labuan Bajo

Labuan Bajo, Venuemagz.com -- Pada 10-12 Juni 2026, PT Integrasi Aviasi Solusi (IAS), PT...

ara contemporary Hadir Perdana di Art Jakarta 2025, Tampilkan Karya Fenomenal Ipeh Nur

Jakarta, Venuemagz.com - Galeri seni ara contemporary semakin mengepakan sayapnya dengan berpartisipasi ke dalam...

Pameran Seni Luka dan Penyelundup di Ara Contemporary

Jakarta, Venuemagz.com — Mengawali musim Art Jakarta 2025, Ara Contemporary mempersembahkan dua pameran tunggal...

​Ara Contemporary Tampilkan Pameran Tunggal Wedhar Riyadi

Ara Contemporary menyelenggarakan pameran tunggal seniman Wedhar Riyadi, bertajuk "In Between Stillness", dari 16...