BerandaEventPameran di New Normal Butuh Biaya Lebih Tinggi

Pameran di New Normal Butuh Biaya Lebih Tinggi

Published on

spot_img

Pemerintah telah melonggarkan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) agar perekonomian kembali berjalan. Dalam pelaksanaannya, pelaku bisnis diminta untuk mengutamakan protokol kesehatan sehingga menjamin keamanan dan keselamatan lingkungan sekitarnya.

Bagi industri pameran, pemulihan bisnis memang belum terjadi secara signifikan. Pasalnya, hingga saat ini pemerintah masih belum mengizinkan pameran digelar.

Hosea Andreas Runkat, Ketua Umum DPP Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (ASPERAPI), mengatakan, jika nantinya pameran dibuka kembali, akan banyak perubahan yang terjadi di dalamnya. Selain mengubah kebiasaan lebih bersih, biaya produksi yang dikeluarkan juga akan mengalami perubahan yang signifikan.

BACA JUGA:  Gebyar Pernikahan Indonesia 2019 Mengangkat Tema Pengantin Jawa

“Penerapan new normal ini pasti membutuhkan biaya yang cukup tinggi. Dengan adanya COVID-19 ini, akan ada penambahan alat pelindung diri, seperti masker, hand sanitizer, pelindung kepala, dan lainnya,” ungkap Andre.

Meskipun terjadi penambahan biaya produksi, menurut Andre, penghasilan yang didapat tidak akan lebih banyak dari pengeluaran. Pasalnya, pameran di era new normal harus mengurangi jumlah kapasitas orang di dalamnya untuk menaati aturan physical distancing atau jaga jarak.

BACA JUGA:  Kemenparekraf Gandeng 12 Pelaku MICE Indonesia dalam Ajang IT&CMA 2023

“Sudah dapat dipastikan cost yang keluar bisa lebih banyak dua kali lipat hingga tiga kali lipat. Tetapi, new normal ini akan membuat omzet kita juga turun. Ini yang harus hati-hati, jangan sampai setelah dibuka, satu bulan atau dua bulan ke depannya bisnis kita malah rontok,” jelas Andre.

Oleh karenanya, Andre meminta agar pelaku industri pameran dapat menentukan strategi terbaiknya untuk menjalankan bisnisnya di era new normal. Dengan keterbatasan biaya tersebut, diharapkan pelaku pameran tetap dapat menghadirkan produk dengan kualitas yang terbaik.

BACA JUGA:  Kemenparekraf Pastikan Masih Ada Penginapan Kosong Untuk Penonton MotoGP Mandalika

Selain itu, Andre juga meminta stimulus dari pemerintah mengatasi tingginya biaya produksi bagi pelaku industri pameran. Stimulus yang diharapkan berupa keringanan pajak, menjadi sponsorship, atau pemberian modal untuk pelaksanaan pameran.

“Paling tidak kita butuh modal awal saat menggelar pameran lagi. Banyak teman-teman industri yang memiliki semangat tinggi, tetapi tidak memiliki modal besar, itu yang harus diutamakan,” Andre menambahkan.

Resmi Dibuka! TEI 2026 Jadi Etalase Utama Produk Lokal Menuju Pasar Dunia

Kabupaten Tangerang, Venuemagz.com - Penyelenggaraan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 resmi dibuka hari ini,...

Promo Anniversary Epson: Cashback & Reward E-Wallet untuk Projector Serba Bisa

Jakarta, Venuemagz.com – Merayakan momen anniversary, Epson Indonesia menghadirkan program promosi spesial bagi konsumen...

LITERAIA 2026 Hadirkan Instalasi Buku dan Ruang Kolaborasi Pelaku Kreatif

Jakarta, Venuemagz.com - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) bersama Negeri Elok menggelar acara...

Citadines Antasari Jakarta Rayakan Satu Tahun Perjalanan dengan 1nnovation Anniversary

Jakarta, Venuemagz.com — Memasuki tahun pertamanya, Citadines Antasari Jakarta merayakan perjalanan satu tahun melalui...

Resmi Dibuka! TEI 2026 Jadi Etalase Utama Produk Lokal Menuju Pasar Dunia

Kabupaten Tangerang, Venuemagz.com - Penyelenggaraan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 resmi dibuka hari ini,...

Promo Anniversary Epson: Cashback & Reward E-Wallet untuk Projector Serba Bisa

Jakarta, Venuemagz.com – Merayakan momen anniversary, Epson Indonesia menghadirkan program promosi spesial bagi konsumen...

LITERAIA 2026 Hadirkan Instalasi Buku dan Ruang Kolaborasi Pelaku Kreatif

Jakarta, Venuemagz.com - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) bersama Negeri Elok menggelar acara...