BerandaEventPameran di New Normal Butuh Biaya Lebih Tinggi

Pameran di New Normal Butuh Biaya Lebih Tinggi

Published on

spot_img
spot_img

Pemerintah telah melonggarkan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) agar perekonomian kembali berjalan. Dalam pelaksanaannya, pelaku bisnis diminta untuk mengutamakan protokol kesehatan sehingga menjamin keamanan dan keselamatan lingkungan sekitarnya.

Bagi industri pameran, pemulihan bisnis memang belum terjadi secara signifikan. Pasalnya, hingga saat ini pemerintah masih belum mengizinkan pameran digelar.

Hosea Andreas Runkat, Ketua Umum DPP Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (ASPERAPI), mengatakan, jika nantinya pameran dibuka kembali, akan banyak perubahan yang terjadi di dalamnya. Selain mengubah kebiasaan lebih bersih, biaya produksi yang dikeluarkan juga akan mengalami perubahan yang signifikan.

BACA JUGA:  Dampak Ekonomi Langsung World Water Forum 2024 Mencapai Rp500 Miliar

“Penerapan new normal ini pasti membutuhkan biaya yang cukup tinggi. Dengan adanya COVID-19 ini, akan ada penambahan alat pelindung diri, seperti masker, hand sanitizer, pelindung kepala, dan lainnya,” ungkap Andre.

Meskipun terjadi penambahan biaya produksi, menurut Andre, penghasilan yang didapat tidak akan lebih banyak dari pengeluaran. Pasalnya, pameran di era new normal harus mengurangi jumlah kapasitas orang di dalamnya untuk menaati aturan physical distancing atau jaga jarak.

BACA JUGA:  WartaJazz Kembali Selenggarakan Maumere Jazz Fiesta Flores

“Sudah dapat dipastikan cost yang keluar bisa lebih banyak dua kali lipat hingga tiga kali lipat. Tetapi, new normal ini akan membuat omzet kita juga turun. Ini yang harus hati-hati, jangan sampai setelah dibuka, satu bulan atau dua bulan ke depannya bisnis kita malah rontok,” jelas Andre.

Oleh karenanya, Andre meminta agar pelaku industri pameran dapat menentukan strategi terbaiknya untuk menjalankan bisnisnya di era new normal. Dengan keterbatasan biaya tersebut, diharapkan pelaku pameran tetap dapat menghadirkan produk dengan kualitas yang terbaik.

BACA JUGA:  IFRA 2017 Mengajak Masyarakat Berani Jadi Pengusaha

Selain itu, Andre juga meminta stimulus dari pemerintah mengatasi tingginya biaya produksi bagi pelaku industri pameran. Stimulus yang diharapkan berupa keringanan pajak, menjadi sponsorship, atau pemberian modal untuk pelaksanaan pameran.

“Paling tidak kita butuh modal awal saat menggelar pameran lagi. Banyak teman-teman industri yang memiliki semangat tinggi, tetapi tidak memiliki modal besar, itu yang harus diutamakan,” Andre menambahkan.

spot_img

MICE Meets Heritage: Meeting Sambil Belajar Sejarah di House of Tugu Jakarta

Jakarta, Venuemagz.com – Di tengah hiruk-pikuk Kota Tua Jakarta, House of Tugu hadir sebagai...

Menikmati Layanan Setara Hotel dan Mewahnya Palmeera Lounge

Di tengah pertumbuhan perjalanan umrah dari Indonesia yang terus meningkat setiap tahun, persaingan bisnis...

Medan Fashion Trend Sukses Digelar, Angkat Karya Lokal Menuju Panggung Fesyen Dunia 

Medan, Venuemagz.com - Medan Fashion Trend (MFT) 2026 telah sukses digelar pada 23–26 Juli...

AYANA Midplaza Jakarta Hadirkan Wajah Baru JimBARan Lounge

Jakarta, Venuemagz.com - AYANA Midplaza Jakarta terus berkomitmen untuk memberikan pengalaman terbaik bagi para...

MICE Meets Heritage: Meeting Sambil Belajar Sejarah di House of Tugu Jakarta

Jakarta, Venuemagz.com – Di tengah hiruk-pikuk Kota Tua Jakarta, House of Tugu hadir sebagai...

Menikmati Layanan Setara Hotel dan Mewahnya Palmeera Lounge

Di tengah pertumbuhan perjalanan umrah dari Indonesia yang terus meningkat setiap tahun, persaingan bisnis...

Medan Fashion Trend Sukses Digelar, Angkat Karya Lokal Menuju Panggung Fesyen Dunia 

Medan, Venuemagz.com - Medan Fashion Trend (MFT) 2026 telah sukses digelar pada 23–26 Juli...