BerandaEventPameran di New Normal Butuh Biaya Lebih Tinggi

Pameran di New Normal Butuh Biaya Lebih Tinggi

Published on

spot_img

Pemerintah telah melonggarkan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) agar perekonomian kembali berjalan. Dalam pelaksanaannya, pelaku bisnis diminta untuk mengutamakan protokol kesehatan sehingga menjamin keamanan dan keselamatan lingkungan sekitarnya.

Bagi industri pameran, pemulihan bisnis memang belum terjadi secara signifikan. Pasalnya, hingga saat ini pemerintah masih belum mengizinkan pameran digelar.

Hosea Andreas Runkat, Ketua Umum DPP Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (ASPERAPI), mengatakan, jika nantinya pameran dibuka kembali, akan banyak perubahan yang terjadi di dalamnya. Selain mengubah kebiasaan lebih bersih, biaya produksi yang dikeluarkan juga akan mengalami perubahan yang signifikan.

BACA JUGA:  Indonesia Wedding Business Summit 2020, Forum B2B Pernikahan Pertama di Indonesia

“Penerapan new normal ini pasti membutuhkan biaya yang cukup tinggi. Dengan adanya COVID-19 ini, akan ada penambahan alat pelindung diri, seperti masker, hand sanitizer, pelindung kepala, dan lainnya,” ungkap Andre.

Meskipun terjadi penambahan biaya produksi, menurut Andre, penghasilan yang didapat tidak akan lebih banyak dari pengeluaran. Pasalnya, pameran di era new normal harus mengurangi jumlah kapasitas orang di dalamnya untuk menaati aturan physical distancing atau jaga jarak.

BACA JUGA:  Industri Event Rugi Rp6,94 Triliun

“Sudah dapat dipastikan cost yang keluar bisa lebih banyak dua kali lipat hingga tiga kali lipat. Tetapi, new normal ini akan membuat omzet kita juga turun. Ini yang harus hati-hati, jangan sampai setelah dibuka, satu bulan atau dua bulan ke depannya bisnis kita malah rontok,” jelas Andre.

Oleh karenanya, Andre meminta agar pelaku industri pameran dapat menentukan strategi terbaiknya untuk menjalankan bisnisnya di era new normal. Dengan keterbatasan biaya tersebut, diharapkan pelaku pameran tetap dapat menghadirkan produk dengan kualitas yang terbaik.

BACA JUGA:  Indonesia EBTKE ConEx, Wadah Kolaborasi Akselerasi Transisi Energi

Selain itu, Andre juga meminta stimulus dari pemerintah mengatasi tingginya biaya produksi bagi pelaku industri pameran. Stimulus yang diharapkan berupa keringanan pajak, menjadi sponsorship, atau pemberian modal untuk pelaksanaan pameran.

“Paling tidak kita butuh modal awal saat menggelar pameran lagi. Banyak teman-teman industri yang memiliki semangat tinggi, tetapi tidak memiliki modal besar, itu yang harus diutamakan,” Andre menambahkan.

spot_img
spot_img

Ini Layanan Publik Pemprov DKI Jakarta yang Hadir di Jakarta Fair 2026

Jakarta, Venuemagz.com - Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2026 tengah digelar di Jakarta International Expo...

Pekan Raya Grogol 2026 Siap Digelar di Aston Kartika Grogol

Jakarta, Venuemagz.com – Aston Kartika Grogol Hotel & Conference Center berkolaborasi dengan Pemerintah Kota...

Teknologi Mengubah Cara Memilih Destinasi, Kepercayaan Tetap Menjadi Kunci

Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) mulai mengubah wajah industri pariwisata global, termasuk di Indonesia....

Wisata Medis di Malaysia Masih Menjadi Favorit Warga Indonesia

Jakarta, Venuemagz.com -- Indonesia masih menjadi pasar utama bagi sektor wisata medis Malaysia. Hal...

Ini Layanan Publik Pemprov DKI Jakarta yang Hadir di Jakarta Fair 2026

Jakarta, Venuemagz.com - Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2026 tengah digelar di Jakarta International Expo...

Pekan Raya Grogol 2026 Siap Digelar di Aston Kartika Grogol

Jakarta, Venuemagz.com – Aston Kartika Grogol Hotel & Conference Center berkolaborasi dengan Pemerintah Kota...

Teknologi Mengubah Cara Memilih Destinasi, Kepercayaan Tetap Menjadi Kunci

Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) mulai mengubah wajah industri pariwisata global, termasuk di Indonesia....