BerandaEventPasar Sentiling: Menghidupkan Kembali Event Warisan Kolonial

Pasar Sentiling: Menghidupkan Kembali Event Warisan Kolonial

Published on

spot_img

Sejarah industri MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition) di Semarang telah berlangsung sejak zaman kolonial. Tepatnya ketika Semarang menjadi tuan rumah perhelatan Tentoonstelling pada 1914.

Saat itu, Tentoonstelling menjadi wahana untuk memamerkan berbagai hasil produk dari koloni Kerajaan Belanda. Selain pameran, Tentoonstelling juga dimeriahkan dengan pertunjukan seni dan budaya, kuliner hingga pertandingan olahraga. Oleh masyarakat Semarang, Tentoonstelling kemudian dikenal dengan Pasar Sentiling.

Satu dekade lalu, Pasar Sentiling coba dihidupkan kembali, dengan memasukkannya dalam rangkaian kegiatan Festival Kota Lama. Tahun ini Festival Kota Lama berlangsung pada 7-17 September 2023. Dikemas secara apik oleh penyelenggara, pamor Pasar Sentiling mulai merangkak naik.

BACA JUGA:  Astindo Travel Fair 2019 Digelar Serentak di Empat Kota

Selain Kuliner Nostalgia Pasar Sentiling, Festival Kota Lama juga menghadirkan sederet acara, seperti pameran produk unggulan dalam UMKM Expo, Nusantara Folklore Festival, Orchestra in Harmony, Wayang Orang on the Street, Festival Jalur Nusantara, dan lain-lain.

Event ini telah masuk dalam 10 besar KEN (Kharisma Event Nusantara). Itu sebuah prestasi karena untuk masuk 10 besar harus melalui kurasi yang ketat,” kata Sandiaga Salahuddin Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, saat mengunjungi Pasar Sentiling di Semarang.

BACA JUGA:  Kementerian Ekraf Fasilitasi Enam Jenama Kriya Lokal di IFEX 2026
Festival Kota Lama

Menurut Sandiaga, Festival Kota Lama sudah saatnya naik kelas. Bukan sekadar menjadi event nasional, melainkan kegiatan berskala internasional.

“Jika menjadi event internasional, saya akan mendorong agar Bandara Jenderal Ahmad Yani membuka penerbangan internasional, setidaknya dari Singapura dan Kuala Lumpur,” katanya.

Sementara itu, Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan Kemenparekraf Vinsensius Jemadu berharap penyelenggaraan event, khususnya yang masuk dalam Karisma Event Nusantara, itu dapat memperkuat capaian target pergerakan wisatawan nusantara sebesar 1,2 miliar hingga 1,4 miliar di tahun ini.

BACA JUGA:  Tomohon International Flower Festival: Magnet Utama Wisman ke Tomohon

Pelibatan kabupaten/kota sekitar diharapkan menjadi salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam penyelenggaraan KEN.

“Kalau kita lihat pergerakan yang paling banyak itu dari Jawa Timur 26 persen, Jawa Tengah ini 24 persen, dan Jawa Barat 16 persen. Kota Semarang dengan kondisi geografis antara kabupaten sudah dihubungkan dengan jalan tol, kondisi ini sangat mendukung. Kami harapkan Festival Kota Lama juga melibatkan kabupaten/kota yang ada di sekitar Jawa Tengah,” ujar Vinsensius Jemadu.

spot_img
spot_img

Ini Layanan Publik Pemprov DKI Jakarta yang Hadir di Jakarta Fair 2026

Jakarta, Venuemagz.com - Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2026 tengah digelar di Jakarta International Expo...

Pekan Raya Grogol 2026 Siap Digelar di Aston Kartika Grogol

Jakarta, Venuemagz.com – Aston Kartika Grogol Hotel & Conference Center berkolaborasi dengan Pemerintah Kota...

Teknologi Mengubah Cara Memilih Destinasi, Kepercayaan Tetap Menjadi Kunci

Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) mulai mengubah wajah industri pariwisata global, termasuk di Indonesia....

Wisata Medis di Malaysia Masih Menjadi Favorit Warga Indonesia

Jakarta, Venuemagz.com -- Indonesia masih menjadi pasar utama bagi sektor wisata medis Malaysia. Hal...