Penang, Venuemagz.com – Ashwin Gunasekeran, CEO Penang Convention & Exhibition Bureau, resmi membuka acara Penang International Travel Exchange 2026 pada 27 Oktober 2026. Bertempat di Penang Waterfront Convention Center, acara ini akan berlangsung hingga 29 Oktober 2026.
Penang International Travel Exchange (PITE) 2026 diselenggarakan oleh Penang Convention and Exhibition Bureau. Acara ini menghadirkan 1,5 hari pertemuan bisnis antara buyer dan seller, diikuti 1,5 hari untuk kegiatan wisata.
“Kami yakin kombinasi ini sangat penting karena kemitraan pariwisata yang sukses membutuhkan lebih dari acara presentasi produk dan pertemuan bisnis, tapi juga membutuhkan pengalaman langsung, koneksi personal, dan pemahaman menyeluruh terhadap destinasi tersebut,” ujar Ashwin.
“Dengan menikmati Penang secara langsung, Anda tidak hanya mengapresiasi sebuah destinasi, tapi juga meningkatkan kepercayaan untuk mempromosikannya ke seluruh dunia,” ujar Ashwin.
Di industri pariwisata yang kompetitif ini, PITE 2026 menjadi platform yang penting untuk terus menjaga koneksi dan untuk terus maju bersama. Preferensi wisatawan terus berubah, destinasi baru terus bermunculan, dan wisatawan terus mencari pengalaman yang bermakna dan autentik.
“Hal tersebut menjadikan kolaborasi antara destinasi, travel agent, tour operator, hotel, atraksi, maskapai penerbangan, dan media menjadi lebih penting daripada sebelumnya,” ujar Ashwin.
“Melalui PITE, kami ingin memperkuat koneksi ini, membantu bisnis global menemukan market baru dan menciptakan peluang untuk kerja sama jangka panjang. Setiap pembicaraan bisnis dapat membuka pintu baru, dan setiap kerja sama berpeluang membawa lebih banyak pengunjung ke sebuah destinasi. Tujuan utama kami adalah memastikan PITE tetap hadir, kompetitif, dan relevan di tengah lanskap pariwisata global,” tambah Ashwin.

YB Wong Hon Wai, Penang State Exco for Tourism and Creative Economy, mengatakan, ada lebih dari 80 buyer internasional menghadiri acara PITE edisi ke-9 ini.
“Buyer internasional berasal dari China, India, Bangladesh, Indonesia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam,” ujar YB Wong.
Para buyer internasional itu akan bertemu dengan lebih dari 40 exhibitor dari Malaysia.
“Kehadiran Anda mencerminkan minat yang terus tumbuh terhadap Penang sebagai destinasi wisata, serta mencerminkan pentingnya memperkuat koneksi kami dengan industri pariwisata internasional,” ujar YB Wong.
Penang International Travel Exchange lebih dari sekadar acara travel trade. Acara ini menjadi platform bagi para pelaku usaha pariwisata untuk saling terhubung, bertukar ide, dan membuka peluang kerja sama baru.
“Seiring dengan upaya kami untuk terus mengembangkan sektor pariwisata di Penang, kerja sama internasional dan akses market baru menjadi sangat penting bagi kami. Acara seperti PITE memungkinkan para pelaku usaha kami untuk bertemu langsung dengan buyer internasional sambil menunjukkan produk dan jasa yang mereka miliki yang menjadikan Penang sebagai destinasi kompetitif,” ujar YB Wong.
Minggu lalu, Penang dinobatkan sebagai salah satu “The Best Places in The World to Travel to in 2027” oleh National Geographic. Penghargaan tersebut menunjukkan bahwa Penang menjadi satu-satunya kota di Malaysia yang menerima penghargaan tersebut.
Selain itu, pada “2026 Best in Travel Poll” yang dilakukan oleh majalah pariwisata Smart Travel Asia, Penang masuk ke dalam peringkat Top 10 Cities for Meetings in Asia. Bersama dengan Kuala Lumpur, kedua kota ini menjadi perwakilan dari Malaysia.
“Hal tersebut menunjukkan tumbuhnya potensi Penang sebagai destinasi MICE internasional. Dengan sejumlah gedung convention dan exhibition centre yang baru saja dibuka dalam beberapa tahun terakhir, Penang sangat siap dan kompetitif untuk bersaing di industri MICE internasional,” ujar YB Wong.
Kesiapan Penang sebagai destinasi MICE internasional juga didukung oleh konektivitas udara ke berbagai kota internasional. Selain itu, Penang International Airport juga akan menjalani ekspansi sehingga kapasitas penumpangnya meningkat dari 6,5 juta orang per tahun menjadi 12 juta orang.
“Konektivitas ini mempermudah wisatawan internasional untuk menjelajah Penang, sekaligus menciptakan peluang yang sangat besar untuk membuka market baru,” ujar YB Wong.
Kemudian, Penang juga sedang membangun jalur kereta Mutiara Line Light Rail Transit (LRT) untuk mempermudah perjalanan wisatawan dari bandara ke pusat kota. LRT tersebut nantinya akan menghubungkan bandara dengan gedung convention center seperti Penang Waterfront Convention Center dan Setia SPICE Convention Centre.
Yang menjadikan Penang menarik sekaligus atraktif sebagai destinasi wisata dan MICE adalah statusnya sebagai warisan sejarah UNESCO. Penang menyandang dua status warisan sejarah UNESCO, yaitu George Town sebagai UNESCO World Heritage Site, serta Penang Hill sebagai bagian dari Penang Hill Biosphere Reserve.
“Melalui kegiatan ekskursi, saya harap semuanya dapat menemukan banyak sisi lain dari Penang, serta memahami lebih detail apa yang membuat Penang begitu unik,” ujar YB Wong.




