BerandaEventRoad to Indonesia Tourism Outlook 2019

Road to Indonesia Tourism Outlook 2019

Published on

spot_img
spot_img

Sebagai rangkaian kegiatan Indonesia Tourism Outlook 2019 yang akan dilaksanakan pada 13 November 2018, Forum Wartawan Pariwisata (Forwapar) menggelar seminar bertajuk Road to ITO (Indonesia Tourism Outlook) 2019. Kegiatan yang mengangkat tema “Deregulasi di Era Cyber Tourism” tersebut berlangsung di Mandalawangi Hall, Sekolah Tinggi  Pariwisata (STP) Bandung, pada 10 Oktober 2018.

Seminar sehari tersebut dibuka dengan keynote speech dari Prof. I Gde Pitana, Tenaga Ahli Menteri Bidang Pemasaran dan Kerjasama Pariwisata Kementerian Pariwisata. Pitana memaparkan kerangka untuk menelaah prospek dan tantangan pariwisata Indonesia di tahun 2019.

BACA JUGA:  Melepas Rindu Fun Bike dengan Kebun Raya Challenge: 75K

Pitana menjelaskan, ada lima hal yang menjadi perhatian untuk memprediksi pariwisata pada tahun depan, yakni kondisi pertumbuhan ekonomi negara yang menjadi pasar, khususnya pasar utama. Kedua adalah kesiapan destinasi. Ketiga, kondisi sosial-ekonomi-politik Indonesia. Keempat, isu dan persepsi tentang terorisme. Kelima, perilaku negara pesaing.

Road to Indonesia Tourism Outlook 2019 menghadirkan pembicara Kadisbudpar Kota Bandung Dewi Kaniasari, dan Sekretaris Deputi Bidang Pemasaran Pariwisata I Kementerian Pariwisata Edy Wardoyo yang dimoderatori oleh Guntur Sakti, Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata.

Faturokhim, Ketua Forum Wartawan Pariwisata, mengatakan, tujuan digelar Road to Indonesia Tourism Outlook 2019 adalah sebagai forum diskusi dan berbagi informasi dalam rangka mendorong pertumbuhan pariwisata Indonesia yang berkelanjutan. “Selain itu, memberikan sumbangsih rekomendasi dan masukan bagi pengembangan pariwisata Indonesia,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Jakarta International BNI Java Jazz Festival Umumkan <em>Line Up</em> Tahap Pertama

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, kegiatan ini menjadi forum yang secara spesifik membahas persoalan terkait outlook pariwisata di tengah maraknya acara serupa di bidang-bidang lain menjelang tutup tahun.

Terkait tema, Fatur menjelaskan bahwa Indonesia perlu segera melakukan deregulasi yang signifikan untuk mendongkrak investasi dan kinerja sektor pariwisata. “Contoh, Vietnam yang memulai pengembangan sektor pariwisata lebih lambat dari Indonesia dengan deregulasi besar-besaran justru mampu melampaui pencapaian Indonesia dengan pertumbuhan sektor pariwisata yang tertinggi di ASEAN,” ujar Fatur.

BACA JUGA:  Indonesia Fashion Week 2016 Angkat Orisinalitas Indonesia

Sementara itu, Bandung terpilih menjadi tempat penyelenggaraan lantaran ibu kota Jawa Barat tersebut merupakan salah satu daerah yang kepala daerahnya berkomitmen untuk menjadikan pariwisata sebagai leading sector. Kemudian, Bandung pun menjadi satu-satunya daerah yang memiliki sejarah sebagai kota penyelenggara MICE pertama di Indonesia sebagai tuan rumah Konferensi Asia Afrika. Selain itu, Bandung pun sedang membangun pariwisata dalam perspektif digital.

Penulis: Erwin Gumilar

spot_img
spot_img

Merayakan Indonesia Lewat 10 Sate Nusantara di Oakwood PIK dan Harris Puri Mansion Jakarta

Jakarta, Venuemagz.com - Jakarta tidak pernah kehabisan cara untuk merayakan Indonesia. Kali ini, perayaan...

Perpaduan Musik dengan Komedi Hadir di PROJEK-D Vol.5

Karanganyar, Venuemagz.com - Dyandra Promosindo kembali menggelar festival musik tahunan PROJEK-D. Edisi kelimanya ini...

Run For Animals Sukses Digelar, Ajak 2.244 Peserta untuk Konservasi Satwa

Jakarta, Venuemagz.com - Jagat Satwa Nusantara (JSN) sukses menggelar Run For Animals untuk pertama...

Pengalaman Unik Walking Tour di dalam Hotel

Jakarta, Venuemagz.com -- House of Tugu Jakarta tidak hanya menawarkan pengalaman menginap dan pertemuan...

Estepers kembali Gelar Indonesia Tourism Outlook 2019

Estepers sebagai forum dari alumni Sekolah Tinggi Pariwisata Bali kembali menggelar Indonesia Tourism Outlook...