Communic, Broadcast, dan NXT Indonesia Sukseskan Peta Infrastruktur Digital

Friday, 12 October 18   7 Views   0 Comments   Harry Purnama
NXT Indonesia 2018

NXT Indonesia 2018, pameran teknologi digital pertama dan paling ditunggu di Indonesia, akan digelar pada 24-26 Oktober 2018 di JIExpo Kemayoran, bersamaan dengan Communic Indonesia dan Broadcast Indonesia. Menyoroti tren teknologi utama dalam industri penyiaran, hiburan, media, dan Teknologi Informasi & Komunikasi (TIK), acara ini akan merangkum berbagai teknologi terkini terkait jaringan dan operator Internet, penyedia konten, konsultan IT, hingga satelit dan integrator sistem. Lebih dari 100 ekshibitor akan berpartisipasi dalam pameran yang diperkirakan akan mendatangkan 5.000 buyer dan profesional di industri yang terkait.

“Kami mempertemukan ratusan perusahaan dari lebih dari 18 negara, termasuk Amerika Serikat, Australia, Jerman, Jepang, Korea Selatan, Spanyol, Singapura, Taiwan, dan Cina, dengan ribuan pengguna dari kalangan bisnis, lewat fasilitas akses Internet cepat di seluruh negara. Komponen yang kami sajikan pun beragam, mulai dari broadband dan manajemen perangkat seluler, aplikasi seluler dan fintech, hingga teknologi nirkabel dan transmisi untuk serat optik,” ujar Ben Wong, Managing Director Pamerindo Indonesia selaku penyelenggara seluruh pameran.

Acara ini mempertemukan lebih dari 45 pembicara eksekutif di bidang teknologi dan telekomunikasi dari berbagai pengalaman dan keahliannya, lewat sesi konferensi Indonesia Digital Summit 2018. Sebagai pembicara, akan ditampilkan sosok-sosok berpengaruh di balik Facebook, Telkomtelstra, Tokopedia, Alibaba Cloud, The Jakarta Post Digital, Mcafee, Gojek dan masih banyak lagi, untuk membahas tentang pemetaan infrastruktur digital, digitalisasi ekonomi, hingga berbagai tren big data yang membawa inovasi baru di dalam bisnis.

Sebuah penelitian dari McKinsey & Company mengungkapkan, infrastruktur digital di Indonesia akan membawa peluang positif, hingga US$150 miliar, terhadap perekonomian global dunia di tahun 2025. Apalagi, Indonesia juga menjadi salah satu negara dengan pengguna Internet tertinggi di dunia, mencapai 143,26 juta orang atau lebih dari 5 persen total penduduk di Indonesia.

“Kita menghadapi tantangan baru untuk dapat beradaptasi di era transformasi digital yang terus berevolusi, mulai dari keterbatasan akses, kesiapan infrastruktur, hingga keterbatasan akses pendanaan bagi start-up. Karenanya, kita perlu beragam perangkat canggih agar seluruh masyarakat Indonesia bisa mendapatkan akses TIK yang memadai. Inovasi inilah yang akan menjawab setiap tantangan transformasi digital yang dialami di Indonesia,” ujar Kristiono, Ketua Umum Masyarakat Telematika Indonesia (MASTEL).

Sistem cerdas dan TIK memegang peranan penting dalam menyukseskan tercapainya industri 4.0 di Indonesia. Untuk mendukung target tersebut, pemerintah mencanangkan pemetaan industri 4.0 yang berfokus pada empat teknologi, termasuk IoT dan penggunaan teknologi digital untuk industri (big data, AR, Cloud, cybersecurity).

Bersama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika Indonesia, saat ini pemerintah juga mengembangkan Palapa Ring, atau sebuah proyek serat optik sepanjang 36.000 km di 440 kota di Indonesia, demi mendukung tercapainya akses Internet berkecepatan tinggi yang merata di tahun 2019.

Kristiono menambahkan, “Indonesia merupakan negara dengan potensi ekonomi yang luar biasa. Dengan besarnya dukungan serta terpenuhinya pembangunan dan akses TIK yang memadai, negara ini pasti akan terus mengalami kemajuan yang pesat.”