Bengkulu, Venuemagz.com – Menjelang Tahun Baru Islam 1 Muharram, Kota Bengkulu siap mengubah wajahnya menjadi panggung mahakarya yang megah dengan Festival Tabut. Festival ini akan kembali hadir di tahun ini pada tanggal 16 Juni hingga 27 Juni 2026 di Lapangan Sport Centre, Kota Bengkulu, Sumatra.
Festival Tabut merupakan tradisi tahunan yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Bengkulu dalam menyambut Tahun Baru Islam. Selain memiliki nilai sejarah yang kuat, festival ini juga mencerminkan kekayaan budaya masyarakat Bengkulu sekaligus menjadi salah satu daya tarik wisata unggulan daerah.
Tradisi ini berakar dari peristiwa bersejarah di Padang Karbala, Irak yang mengenang gugurnya Imam Husein bin Ali, cucu Nabi Muhammad SAW, pada tahun 680 Masehi. Tradisi tersebut kemudian dibawa ke Bengkulu oleh para pekerja Muslim keturunan India yang datang pada masa kolonial Inggris.

Dalam perkembangannya, tradisi Tabut mengalami proses akulturasi dengan budaya lokal Bengkulu. Nilai-nilai religius yang menjadi dasar peringatan tetap terjaga, namun kemudian berkembang menjadi ekspresi budaya masyarakat yang lebih luas dan menjadi bagian penting dari identitas budaya Bengkulu.
Masuk Karisma Event Nusantara
Tahun ini, Festival Tabut kembali terpilih sebagai program unggulan Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 dari Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Dengan demikian, festival ini diharapkan semakin meningkatkan kualitas penyelenggaraan event serta memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat setempat.
Plt. Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kementerian Pariwisata, Hafiz Agung Rifai, mengatakan ini menjadi tahun keenam Festival Tabut menjadi bagian dari Karisma Event Nusantara. Tahun in, Festival Tabut mengusung tema “Semarak Muharram” sebagai bentuk peringatan Tahun Baru Islam.
“Dengan hadir keenam kalinya ini menunjukkan keberhasilan Festival Tabut dalam mempertahankan bahkan meningkatkan kualitas penyelenggaraan event dari tahun ke tahun,” kata Hafiz dalam siaran persnya.

Tak hanya itu, penyelenggaraan Festival Tabut juga mengedepankan pelestarian budaya dan melibatkan masyarakat secara aktif selama acara berlangsung. Hal ini untuk menciptakan pengalaman wisata yang berkualitas sekaligus memperkuat identitas budaya daerah.
“Melalui kegiatan ini, Festival Tabut diharapkan dapat semakin meningkatkan citra pariwisata Bengkulu melalui penyelenggaraan event yang berkualitas sehingga menjadi daya tarik yang kuat bagi wisatawan nusantara maupun mancanegara,” ujar Hafiz.
Program Acara
Selama sepuluh hari pelaksanaan, Festival Tabut akan menghadirkan berbagai rangkaian prosesi dan ritual adat Tabut Bengkulu. Mulai dari Doa Memohon Keselamatan, Pamit Rajo Agung, Ngambik Tanah, Duduk Penja, Menjara, Arak Penja, Arak Sorban, Gam, Tabut Naik Puncak, Arak Gedang atau Tabut Besanding, Soja, Tabut Tebuang, hingga Doa Penutup.
Seluruh rangkaian upacara adat tersebut menggambarkan perjalanan kehidupan dan perjuangan syiar Islam yang sarat dengan nilai kebersamaan, penghormatan terhadap sejarah, serta ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai pencipta alam semesta.
Acara ini juga akan diramaikan dengan berbagai pertunjukan seni dan budaya khas Bengkulu. Beberapa di antaranya musik Dhol yang telah dikenal hingga mancanegara, Tari Kreasi Tabut, serta permainan rakyat Ikan-Ikan dan Telong-Telong.
Berbagai kegiatan ekonomi kreatif yang ramah anak dan penyandang disabilitas juga akan dihadirkan dalam festival tahun ini. Kegiatan tersebut seperti dongeng dan cerita rakyat Bengkulu, lomba mewarnai, Showcase Ekraf Unggulan, business matching, talkshow, fashion show, pasar rakyat dan street food, serta pameran pembangunan.






