Sudianto, Ketua DPD Asita Yogyakarta, menegaskan, Jogja Tourism Festival 2019 bukanlah milik Asita, melainkan sudah menjadi kepunyaan pariwisata Yogyakarta. Tercatat, tidak kurang dari 60 asosiasi dan komunitas pariwisata Yogyakarta turut terlibat aktif dalam mencanangkan JTF 2019.
“Di JTF 2019 ini semua pihak saling menanggalkan egoismenya, egosektoralnya, untuk satu langkah bersama mencapai tujuan kemajuan pariwisata Yogya dan 2025 menjadi pariwisata unggulan di Asia Tenggara,” ujar Sudianto.
Kwintarto Heru Prabowo, Kepala Dinas Pariwisata Bantul, menyatakan, pihaknya turut bangga dan berterima kasih karena Bantul dipilih menjadi tuan rumah sekaligus tempat penyelenggaraan puncak acara Jogja Tourism Festival 2019. Menurutnya, peran serta dari seluruh lini masyarakat seperti inilah yang akan membuat pariwisata di Yogyakarta akan lebih maju dan berkembang lagi.
“Kebersamaan pelaku pariwisata ini sangat penting, apabila konsep dan pengembangan didukung seluruh swasta dan masyarakat nantinya bisa mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Semoga dengan JTF 2019 ini pariwisata di DIY semakin istimewa,” ujarnya.
Rangkaian Jogja Tourism Festival 2019 sendiri sudah dimulai sejak 12 September 2019, dan akan berakhir pada 27 September 2019 di Gumuk Pasir Parangkusumo. Sebanyak delapan kegiatan knowledge exchange & workshop, 4 agenda Arts & Cultural Festivals, dan 11 agenda dalam acara puncak Hari Pariwisata Dunia akan dihadirkan untuk seluruh masyarakat.





