BerandaEventSukses Pacu Jalur: Tradisi Rakyat yang Ditegakkan Sendiri, Klaim Kemenpar Sekadar Menempel

Sukses Pacu Jalur: Tradisi Rakyat yang Ditegakkan Sendiri, Klaim Kemenpar Sekadar Menempel

Published on

spot_img

Kuantan Singingi, Venuemagz.com -Festival Pacu Jalur Tradisional 2025 kembali berlangsung meriah di Teluk Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi, pada 20-24 Agustus lalu.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, kemeriahan Festival Pacu Jalur menarik jutaan orang tumpah ruah ke tepian Sungai Kuantan, membuktikan bahwa tradisi ini tetap hidup dan kuat berkat kegigihan masyarakat setempat, bukan semata-mata karena “dukungan” pemerintah pusat.

Namun, ironisnya, setiap kali Festival Pacu Jalur ini sukses dan bahkan mencuri perhatian dunia, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) buru-buru hadir mengklaimnya sebagai bagian dari kesuksesan Karisma Event Nusantara (KEN).

Padahal, siapa pun yang mengikuti sejarah Pacu Jalur tahu, festival ini berdiri tegak karena konsistensi warga Riau menjaga tradisinya, jauh sebelum pemerintah sibuk mencari panggung di baliknya.

Tradisi yang Hidup dari Rakyat, Bukan dari Anggaran

Pacu Jalur bukan festival yang lahir dari proyek kementerian. Ia adalah tradisi berabad-abad yang terus dijaga oleh masyarakat Kuantan Singingi. Bahkan sebelum Kemenpar datang membawa jargon “KEN”, Pacu Jalur sudah mendunia.

BACA JUGA:  Kemenpar Gandeng APKASI Dorong Percepatan Desa Wisata dan Homestay Berbasis Teknologi

Masyarakat Kuantan Singingi (Kuansing) setiap tahun rela mengeluarkan tenaga, pikiran, dan biaya untuk menyiapkan jalur (perahu kayu panjang) mereka. Tanpa sponsor besar pun, tanpa sorotan nasional sekalipun, tradisi ini tidak pernah berhenti. Karena bagi mereka, Pacu Jalur adalah identitas, bukan sekadar tontonan turis.

Ironisnya, setelah event ini viral di media sosial dan masuk radar pariwisata global, barulah Kemenpar datang menempelkan label: “sukses berkat dukungan kami.”

Klaim Dukungan yang Gagal Menutupi Fakta

Vinsensius Jemadu, Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan Kemenpar, dalam siaran pers bahkan menyebut bahwa Pacu Jalur semakin mendunia karena “dukungan KEN”. Klaim ini terdengar janggal, mengingat kontribusi konkret pemerintah lebih sering berupa amplifikasi promosi di media sosial ketimbang menyokong tradisi di akarnya.

BACA JUGA:  Bertualang di Festival Pesona Tanjung Lesung 2017

Kemenpar menyebut ada live streaming di akun Instagram dan TikTok dengan ratusan ribu penonton, serta mendatangkan beberapa kreator konten. Tentu saja ini terlihat keren di atas kertas. Tapi mari jujur: apa arti live streaming TikTok dibanding ratusan tahun tradisi rakyat yang tak pernah absen meski tanpa internet?

Lebih jauh lagi, Kemenpar bahkan menggandeng penyanyi luar negeri, Melly Mike, untuk tampil di acara penutupan. Ia bahkan diberi gelar “Duta Pacu Jalur Dunia.” Pertanyaannya: sejak kapan sebuah tradisi yang dijaga masyarakat Kuansing dengan keringat dan cinta, harus diwakili oleh selebriti impor agar diakui dunia?

Ekonomi Lokal Jalan Karena Rakyat, Bukan Piagam

Suhardiman Amby, Bupati Kuantan Singingi, menyebut sekitar 2 juta orang hadir sepanjang lima hari festival. Dengan asumsi belanja Rp50.000 per orang, ada perputaran uang Rp100 miliar. Angka yang memang fantastis.

BACA JUGA:  Menyatukan Spiritualitas dan Pariwisata dalam Perayaan Waisak di Candi Borobudur

Namun, yang seharusnya diapresiasi adalah warga Kuansing itu sendiri; dari pedagang kaki lima, pengrajin jalur, komunitas lokal, dan panitia rakyat. Mereka yang menggerakkan roda ekonomi. Sedangkan pemerintah pusat sibuk membagi piagam dan klaim pencitraan.

Pacu Jalur Akan Tetap Hidup, Dengan atau Tanpa Kemenpar

Pacu Jalur tidak butuh KEN untuk eksis. Tradisi ini telah membuktikan dirinya bertahan ratusan tahun tanpa konferensi pers kementerian. Justru pemerintah yang butuh festival seperti ini untuk mempercantik laporan tahunan pariwisata mereka.

Jangan sampai tradisi rakyat yang tulus dijalankan hanya dijadikan panggung pencitraan birokrat. Karena bagi masyarakat Kuantan Singingi, Pacu Jalur adalah jati diri. Dan jati diri tidak pernah lahir dari klaim kementerian.

Event Besar Jadi Motor Baru Pariwisata Australia Barat Menuju 2027

Jakarta, Venuemagz.com — Australia Barat semakin serius menjadikan kalender acara sebagai pintu masuk bagi...

Singapore Airlines Hadirkan KrisWorld Terbaru dengan Layar 4K dan Internet Starlink

Singapore Airlines (SIA) meningkatkan pengalaman hiburan dalam penerbangan melalui KrisWorld generasi terbaru dan konektivitas...

TransNusa Luncurkan Penerbangan Perdana Melbourne-Bali

Jakarta, Venuemagz.com -- TransNusa, Premium Service Carrier pelopor di kawasan Asia Pasifik, resmi meluncurkan...

IGF 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan Lelang Alat Golf dan Clearance Sale

Kabupaten Tangerang, Venuemagz.com — Indonesia Golf Festival (IGF) resmi digelar untuk kedua kalinya di...

STARLUX Airlines Buka Penerbangan Langsung Taipei–Denpasar dalam Lima Kali Sepekan

Jakarta, Venuemagz.com - Industri pariwisata nasional kembali mencatat tonggak penting dalam memperluas aksesibilitas ke...

Pekan Kesenian Bali 2026 Kembali Hadir dengan Target 1,6 Juta Pengunjung

Bali, Venuemagz.com - Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Kebudayaan Provinsi Bali kembali menyelenggarakan Pekan...

Pemerintah Siapkan Anggaran Ratusan Miliar untuk Diskon Transportasi Selama Libur Sekolah

Jakarta, Venuemagz.com - Libur sekolah menjadi momentum yang paling ditunggu keluarga Indonesia untuk melakukan...