BerandaEventSumedang Berambisi Jadi Surga Paralayang Dunia

Sumedang Berambisi Jadi Surga Paralayang Dunia

Published on

spot_img

Kejuaran paragliding (paralayang) tingkat internasional dalam event West Java Paragliding World Championship And Culture Festival 2019 di Sumedang menjadi ajang untuk mempromosikan Jawa Barat sebagai destinasi kelas dunia.

Kejuaraan paralayang perdana itu akan digelar pada 2-8 Oktober 2019 dengan diikuti sekitar 80 pilot dari 20 negara.

Ajang ini akan dijadikan sarana untuk mempromosikan pariwisata Sumedang sebagai ‘surga’ paralayang internasional sekaligus destinasi kelas dunia.

Bupati Sumedang Donny Ahmad Murnir dalam pertemuannya dengan Menteri Pariwisata Arief Yahya di Kantor Kemenpar, Gedung Sapta Pesona Jakarta, Kamis (25/7/2019), melaporkan persiapan penyelenggaraan West Java Paragliding World Championship And Culture Festival 2019.

“Pemerintah Kabupaten Sumedang bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, FASI Paralayang, komunitas, serta masyarakat lokal,” katanya.

Donny Ahmad Murnir menjelaskan, ada tiga pertimbangan bagi Sumedang dalam menggelar West Java Paragliding World Championship And Culture Festival 2019.

Pertama, Sumedang adalah daerah yang memiliki tempat yang sangat baik untuk olahraga udara, khususnya paralayang,  tidak hanya untuk kompetisi di level akurasi dan cross country, tetapi juga bagus untuk fun fly atau terbang gembira di atas Bendung Jatigede.

BACA JUGA:  Yang Perlu Diperhatikan Saat Berkunjung ke IIMS 2021 di JIExpo

Kedua, Sumedang memiliki potensi budaya dan pariwisata yang tidak bisa ditemui di tempat lain sehingga mendapat julukan ‘Puseur Budaya Sunda’ atau  Pusat Kebudayaan Sunda.

Ketiga, adanya dukungan kerja sama dengan industri pariwisata, Pemda Provinsi Jawa Barat, FASI Paralayang, komunitas, masyarakat termasuk media atau sebagai unsur pentahelix pariwisata.

Kejuaran dunia paralayang West Java Paragliding World Championship 2019 akan melombakan dua kelas yaitu; Paragliding Accuracy World Cup (Pre-PGAWC 2019) dan Paragliding Cross Country World Cup (Pre-PWC 2019) dan diakhiri dengan Paragliding Festival (Fun Fly dan Festival Budaya).

Untuk kelas accuracy (dengan lisensi dunia dari Organisasi Kejuaraan Dunia Paralayang Accuracy/ PGAWC) akan berlangsung di Kampung Toga, Sumedang, pada 2-5 Oktober 2019 dan ditargetkan akan diikuti 80 pilot dari 20 negara.

BACA JUGA:  Film Bali: Beats of Paradise Promosikan Pariwisata Indonesia

Sementara itu untuk kelas cross country (dengan lisensi dunia dari Organisasi Kejuaraan Dunia Paralayang Cross Country/Pre-PWC 2019) akan berlangsung di Batu Dua, Sumedang, pada  2-6 Oktober 2019 diikuti sekitar 80 pilot.

Sedangkan untuk Fun Fly dan Festival Budaya dengan linsensi dunia dari Museum Rekor Indonesia (MURI) akan berlangsung di Jati Gede, Sumedang pada 7- 8 Oktober 2019.

Pada event fun fly ini akan dilakukan pemecahan Muri untuk Rekor Dunia Terbang Bersama diikuti sekitar 160 pilot. Acara ini juga dimeriahkan dengan pertunjukan seni dan budaya, festival kuliner, serta lomba fotografi dan videografi.

Arief Yahya mengapresiasi penyelenggaraan event West Java Paragliding World Championship And Culture Festival 2019 yang dampaknya diharapkan mampu meningkatkan ekonomi masyarakat dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat setempat. 

Selain itu event wisata olahraga tersebut menjadi ajang untuk mempromosikan pariwisata Kabupaten Sumedang yang memiliki ikon Bendung Jatigede. 

BACA JUGA:  Japan Travel Fair 2023 Tawarkan Paket Wisata Musim Gugur dan Musim Dingin

“Di kawasan ini juga akan dikembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Jatigede sebagai destinasi pariwisata kelas dunia,” katanya.

Arief Yahya menjelaskan, kemajuan destinasi pariwisata sangat ditentukan oleh CEO commitment para gubernur, walikota, dan bupati karena sekitar 50 persen keberhasilan pariwisata sangat tergantung dari CEO commitment.

Menurut dia, ini akan terlihat dari seberapa besar para pimpinan daerah mengembangkan 3 unsur penting pariwisata yakni; atraksi, amenitas, dan aksesibilitas.

“Sisi lain semakin banyak event pariwisata digelar membuat  kesejahteraan ekonomi dan indeks kebahagian masyarakat di daerah akan meningkat,” kata Arief Yahya.

Kabupaten Sumedang memiliki sejumlah event pariwisata unggulan di antaranya Hardfest Pesona Jatigede yang telah memasuki tahun ke-3. Dalam festival budaya dan sport tourism ini antara lain menampilkan trail adventure dan gelar kolosal seni kuda renggong.

Alibaba dan Singapore Tourism Board Luncurkan Singapore Street Stars bagi Turis China

Singapura, Venuemagz.com -- Amap, platform berbasis lokasi milik Alibaba, menandatangani perjanjian kerja sama dengan...

Rp10 Miliar Berputar di FLOII Expo 2026

Tangerang, Venuemagz.com – Pameran tanaman hias Floriculture Indonesia International (FLOII) Expo 2026 telah berlangsung...

Rayakan Tujuh Tahun Perjalanan, Novotel Jakarta Cikini Gelar Corporate & Media Gathering 

Jakarta, Venuemagz.com - Dalam rangka merayakan ulang tahun ke-7, Novotel Jakarta Cikini menghadirkan Corporate...

Perayaan Hari Batik Nasional Digelar di Surabaya, Ini Rangkaian Acaranya

Surabaya, Venuemagz.com - Yayasan Batik Indonesia (YBI) bersama Komite Hari Batik Nasional 2026 akan...

Sumedang Tuan Rumah Kejuaraan Paralayang Internasional

Kejuaran olahraga Paralayang kelas internasional atau West Java Paragliding World Championship 2019 siap digelar...