Dalam enam bulan terakhir, Pemerintah Taiwan telah berkomitmen menunjukkan keahlian penanganan krisis dengan cara yang menghasilkan pengakuan dunia, salah satunya oleh Jacinda Ardern, Perdana Menteri Selandia Baru.
Ardern mengatakan, Selandia Baru akan mengikuti model yang dijalankan oleh Taipei dalam menyelenggarakan event kembali di era new normal. Menurutnya, Taipei menyusun kerangka kerja untuk pertemuan dalam skala besar yang cukup sukses.
Kitty Wong, Congress Ambassador Taipei City, mengatakan bahwa saat pandemi COVID-19 menyebar di seluruh dunia, Taiwan telah memanfaatkan penerapan dan pengaplikasian teknologi lanjutan serta kinerja pencegahan luar biasa yang telah diakui oleh dunia internasional.
Dengan kata lain, semua pemangku kepentingan MICE Taipei siap untuk segera melayani peserta MICE dari kawasan Asia. Salah satu acara internasional pertama yang akan diadakan di Taipei adalah Kongres ICCA 2020.
James Rees, Presiden ICCA, mengatakan bahwa kongres tahunan ini akan berjalan sesuai rencana, dan akan menjadi kongres ICCA hybrid pertama dalam sejarah. Menurutnya, pihak berwenang di Taiwan telah menangani COVID-19 dengan banyak keberhasilan sehingga mereka berharap dapat menyambut banyak pengunjung pada kongres ICCA 2020 yang akan digelar pada 1-4 November 2020. ICCA juga mengakui bahwa kehadiran secara fisik akan bergantung pada kondisi dan pembatasan perjalanan.
Untuk memungkinkan partisipasi semaksimal mungkin dalam keadaan saat ini, ICCA akan menghubungkan acara utama ini secara virtual ke seluruh dunia pada tanggal yang sama untuk memungkinkan berbagi pengalaman dan pembelajaran di seluruh wilayah dan sektor, serta menggunakan pengetahuan yang dikumpulkan untuk membantu merencanakan kegiatan konferensi internasional di masa depan.
Para pemangku kepentingan Taiwan bangga menjadi bagian dari upaya ini, dan pelajaran yang didapat akan sepenuhnya bermanfaat bagi semua penyelenggara MICE serta memberikan keunggulan kompetitif dibandingkan negara lain di wilayah tersebut.






