Tidak hanya melihat permintaan dari masyarakat sekitar, pemilihan kota penyelenggara juga diukur dari berapa banyak jumlah sekolah yang ada di sana. Uli juga melakukan riset terhadap minat membaca di setiap daerah agar penyelenggaraan BBW dapat dilakukan secara maksimal.
Ke depannya, Uli akan menentukan pola tersendiri untuk menentukan jumlah kota yang akan didatangi untuk menggelar BBW. Hal ini untuk meminimalisir kesalahan saat pelaksanaan BBW di Indonesia.
“Mungkin ke depannya akan kita batasi hanya lima kota, ini sedang kita pelajari pattern-nya. Tetapi, kita usahakan setiap tahunnya akan ada kota baru dalam penyelenggaraan BBW,” ujarnya.
Saat ini, penyelenggaraan BBW sedang dilaksanakan di Indonesia Convention and Exhibition (ICE) BSD sejak tanggal 6 Maret dan akan berakhir pada 16 Maret 2020. Pelaksanaan BBW di Jakarta menggunakan empat hall sekaligus.
Untuk mengunjungi BBW tidak dikenakan biaya masuk sehingga setiap orang bisa datang ke sana. BBW dibuka 24 jam nonstop dan diharapkan masyarakat dapat mematuhi peraturan yang dibuat oleh pihak penyelenggara.
“Dengan adanya wabah virus corona ini, kami akan membuat peraturan baru bagi pengunjung yang ingin datang ke sini. Ini untuk mengantisipasi penyebaran virus corona saat bazar berlangsung,” kata Uli.
Langkah preventif yang dilakukan untuk menghindari penyebaran virus corona COVID-19 ialah dengan pemeriksaan suhu tubuh sebelum memasuki area bazar. Selain itu, di beberapa sudut area akan diletakkan hand sanitizer yang dapat digunakan pengunjung untuk menjaga kebersihan tubuhnya.
“Karena untuk menghindari virus corona ‘kan tipsnya harus menjaga kebersihan, makanya kita sediakan hand sanitizer ini agar dapat dimanfaatkan dengan baik oleh pengunjung BBW,” ungkapnya.






