Wow! Transaksi B2C TRAVEX 2023 Melampaui Target Hingga Rp8,12 Miliar

Thursday, 09 February 23 Bonita Ningsih

Indonesia baru saja menggelar ASEAN Tourism Forum (ATF) di Daerah Istimewa Yogyakarta pada tanggal 2 hingga 5 Februari 2023. Dalam penyelenggaraannya, ATF, memiliki sejumlah agenda di dalamnya salah satunya yaitu Travel Exchange (TRAVEX), bursa pariwisata yang mempertemukan para buyer dan seller pelaku usaha pariwisata.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mengatakan bahwa penyelenggaraan ATF dan TRAVEX 2023 mencatat hasil yang positif bagi pertumbuhan parekraf dan ekonomi nasional. Hal ini terbukti dengan transaksi yang dicapai acara tersebut melebihi target dari pemerintah.

Sandiaga menjelaskan, pemerintah menargetkan Rp2-2 miliar transaksi untuk penyelenggaraan business to customer (B2C) selama ATF 2023 berlangsung. Namun, hasil akhirnya adalah mencapai Rp8,12 miliar transaksi untuk pelaksanaan B2C.

BACA JUGA:   Indonesia Licensing Expo 2023 Siap Digelar di Jakarta Selama 4 Hari

“Paling menggembirakan adalah B2C. Jumlah transaksinya wow dan telah menembus target yang kita buat,” kata Sandiaga saat menghadiri The Weekly Brief With Sandi Uno di Jakarta belum lama ini.

Business to customer merupakan Pameran Pariwisata Indonesia, UMKM Ekonomi Kreatif dan Festival Kuliner yang diikuti lebih dari 160 pelaku UMKM, pemerintah daerah, dan industri pariwisata dari berbagai daerah tanah air. Sandiaga melihat adanya antusiasme yang tinggi dari para seller dan buyer selama penyelenggaraan berlangsung. Pasalnya, banyak produk-produk pariwisata dan ekonomi kreatif terbaik yang dihadirkan sepanjang acara.

Tak hanya B2C, nilai transaksi untuk pelaksanaan kegiatan business to business (B2B) juga memiliki hasil yang positif. Menurut Sandiaga, nilai transaksi pada B2B ini memiliki potensial angka sebesar US$ 55-60 juta.

BACA JUGA:   Resmi Digelar, DXI Dijadikan Langkah Kolaboratif Untuk Perkuat Wisata Bahari di Indonesia

“Target kita setelah semua angkanya dikumpulkan itu ada sekitar US$ 100 juta. Dengan potensial angka yang sudah keluar itu, sepertinya target kita akan tercapai untuk B2B ini,” Sandiaga menambahkan.

Kegiatan B2B selama ATF berlangsung dihadiri oleh para pelaku usaha pariwisata antar negara ASEAN. Pelaku usaha tersebut terdiri atas ASEAN NTOs, ASEAN Tourism Industries, Travel and Tourism Hospitality Industries, hotels & accommodation industries, TA/TO, serta pelaku MICE.

“Nilai yang dihasilkan dalam B2C memang sangat besar bagi UMKM kami. Tetapi, di sini, kami sangat bersyukur karena pelaksanaan ATF dan TRAVEX baik dari B2C maupun B2B berlangsung dengan sukses,” ujarnya lagi.

BACA JUGA:   Banjir Program di SIAL Interfood 2023

Tingginya permintaan dari TRAVEX membuat banyak pejabat dari negara ASEAN memutuskan untuk memperpanjang masa tinggalnya di Indonesia. Hal tersebut tentu semakin menguntungkan ekonomi Indonesia karena akan semakin banyak perputaran uang di dalamnya. 

“Contohnya itu Menteri dari Malaysia dan Filipina yang masih ingin bertemu dengan beberapa sellers dan buyers untuk memfasilitasi penjualan paket-paket wisata di ASEAN,” kata Sandiaga.