BerandaFeatureIndustri Event Drop 50 Persen Gara-Gara Efisiensi, Vendor Kecil Jadi Korban

Industri Event Drop 50 Persen Gara-Gara Efisiensi, Vendor Kecil Jadi Korban

Published on

spot_img

Jakarta, Venuemagz.com – Efisiensi anggaran pemerintah dan perusahaan besar pasca-pandemi COVID-19 terbukti memberikan dampak serius bagi industri Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) di Indonesia.

Data yang diungkap pelaku industri menunjukkan, penyelenggaraan event mengalami penurunan drastis hingga 50 persen dari tahun ke tahun, membuat ribuan pekerja dan vendor kecil menjadi korban.

“Sejak COVID, event besar sudah hilang 50 persen. Dan setelah COVID, bukan hanya korporasi, tapi pemerintah juga malah memangkas habis-habisan anggarannya. Kalau dulu kita bisa prediksi, sekarang tidak jelas lagi,” ujar Reza Abdullah, Presiden Direktur Royalindo Expoduta, dalam podcast Obrolan MICE di kanal YouTube Majalah VENUE.

Efek Domino dari Efisiensi

Reza menjelaskan, efisiensi yang dilakukan pemerintah berimbas langsung pada sektor swasta. Sebab, banyak perusahaan, terutama BUMN, menjadikan belanja pemerintah sebagai patokan.

“Kalau BUMN efisiensi, otomatis korporat ikut. Jadi efek domino. Tahun ini saja event bisa drop 50 persen,” ujarnya.

BACA JUGA:  Menambah Kunjungan Wisman Melalui Wisata Minat Khusus

Situasi ini diperparah dengan sistem tender yang tidak transparan. “Kalau dulu kita bisa atur kalender tender, sekarang gelap. Kita tidak tahu kapan akan ada lelang, semua mendadak. Padahal, industri ini butuh persiapan panjang,” tambahnya.

Vendor Kecil dan Pekerja Harian Paling Terpukul

Meski industri perhotelan masih mampu bertahan, vendor-vendor pendukung event menjadi pihak paling cepat merasakan dampak. Mulai dari penyedia katering, sabun, hingga dekorasi acara, banyak yang terpaksa melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Hotel mungkin masih bisa bertahan dengan gaji pokok karyawan. Tapi vendor-vendor kecil? Mereka langsung layoff. Katering, sabun, dekorasi, semuanya kena duluan,” jelas Reza.

Dampak paling nyata juga dirasakan pekerja harian di sektor event. Seorang sopir, kata Reza, hanya bisa bekerja 4 hari dalam 2 bulan karena minimnya kegiatan.

BACA JUGA:  NICE Resmi Dibuka dengan Gelar Event Perdana IONATION-Workout and Wellness Festival

“Bayangkan, income mereka jauh dari cukup. Industri ini menyerap tenaga kerja banyak, tapi paling rentan kalau event berhenti,” tegasnya.

Pajak Jalan, Dukungan Mandek

Ironisnya, meski industri event memberikan kontribusi besar melalui pajak, dukungan pemerintah dinilai minim. Reza mencontohkan, perusahaan event besar bisa membayar puluhan miliar rupiah per tahun hanya dari PPN, tapi tidak ada keberpihakan dari negara.

“Kita bayar pajak gede, tapi saat susah ya kita jalan sendiri. Waktu COVID, kita yang harus ke BNPB, ke gubernur, minta izin sendiri. Tidak ada kementerian yang bantu,” ungkapnya.

Industri MICE dan Dampak Ekonomi Daerah

Industri MICE sejatinya punya daya ungkit ekonomi yang sangat luas. Reza menyebut, setiap pertemuan atau pameran bukan hanya menguntungkan hotel atau EO, tetapi juga masyarakat kecil.

BACA JUGA:  Indonesia Hadirkan Platform Kolaborasi ASEAN-Indo-Pacific Forum

“Dari porter di bandara, sopir taksi, sampai warung kecil di sekitar venue semua kecipratan. Sayangnya, ini tidak pernah tercatat dalam data resmi,” jelasnya.

Menurut catatan, industri pariwisata termasuk MICE adalah salah satu sektor yang paling cepat menyalurkan dampak ekonomi langsung ke masyarakat. Ketika anggaran perjalanan dinas atau event dipotong, otomatis konsumsi masyarakat juga menurun drastis.

Catatan Kritis

Efisiensi anggaran yang dilakukan tanpa strategi pendukung membuat industri event Indonesia berada di ujung tanduk. Tanpa intervensi pemerintah, ribuan pekerja harian dan vendor kecil akan terus menjadi korban.

“Seharusnya justru spending di pariwisata yang di-stimulus. Karena pariwisata itu langsung mengalir ke masyarakat luas, bukan hanya segelintir,” pungkas Reza.

Sumber: [EKSKLUSIF] Pengakuan Blak-Blakan Pelaku Industri Event Soal Dampak Efisiensi Anggaran

spot_img

Kenyamanan Menginap Bersama Keluarga di ‎Atria Residences Gading Serpong

Tangerang, Venuemagz.com -- ‎Atria Residences Gading Serpong menawarkan pengalaman menginap yang nyaman dan menyenangkan,...

Asian Delight Jelajah Rasa Asia Dalam Satu Malam

Menyambut akhir pekan, ARTOTEL Thamrin Jakarta menghadirkan pengalaman kuliner yang penuh eksplorasi rasa bertajuk...

Mau Bidik Audien Profesional? Ini Strategi Event yang Terbukti Efektif

Jakarta, Venuemagz.com – Mengisi kursi penonton untuk konser, festival kuliner, atau event publik mungkin...

DXI 2026 Siap Digelar Akhir Bulan Ini dengan Ragam Aktivitas

Jakarta, Venuemagz.com - Dyandra Event Solutions siap menggelar pameran Deep and Extreme Indonesia (DXI)...

Da Nang Targetkan 93.000 Turis MICE Pada 2026

Vietnam, Venuemagz.com – Lanskap MICE (Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions) global kian berkembang pesat...

Miliki Grand Ballroom Terbesar di Tangerang, Atria Hotel Gading Serpong Fokus Garap Pasar MICE

Tangerang, Venuemagz.com -Atria Hotel Gading Serpong terus memperkuat reputasinya sebagai salah satu destinasi utama...

Naik Level di Industri MICE, Pelatihan & Sertifikasi MICE 2026 Resmi Dibuka

Jakarta, Venuemagz.com - Dunia event bukan lagi soal "ramai pas hari-H". Di balik sebuah...