Meski demikian, aturan untuk melakukan share location hanya berlaku bagi karyawan yang memiliki smartphone. Pasalnya, ada beberapa karyawan Putri Duyung Resort Ancol yang belum dapat mendukung teknologi seperti itu.
“Karyawan kita itu terdiri dari level tinggi dan level rendah, jadi tidak semua karyawan punya smartphone. Kita tidak bisa memaksakan itu juga, asalkan mereka tetap memberikan informasi terkait posisinya ada di mana, itu sudah cukup,” ujarnya lagi.
Oleh karenanya, untuk memastikan keberadaan terkini setiap karyawannya, diberlakukan sistem random check dengan menghubungi melalui telepon. Ini dilakukan di setiap departemen yang tergabung di Putri Duyung Resort Ancol.
“Ini dilakukan untuk menanyakan keadaan dan keberadaan mereka saat itu ada di mana. Jadi, tetap terkontrol statusnya,” ucapnya.
Inu meyakini, seluruh karyawannya dapat mengemban tanggung jawab setiap pekerjaannya walaupun berada di rumah. Apalagi, dengan pembekalan yang dilakukan sebelum menerapkan sistem WFH, Inu yakin karyawannya akan mawas diri dan tidak akan meninggalkan rumah sebelum situasi kondusif.
“Awal corona masuk ke Indonesia, manajemen dan direksi sudah membuat tim khusus dan buat grup WhatsApp untuk menyampaikan beberapa informasi terkait virus ini. Jadi, kalau pun kerja di rumah ya pasti mereka tidak akan ke mana-mana,” ungkapnya.








