BerandaHotelOkupansi Hotel di Bali Masih Jauh Dari Normal

Okupansi Hotel di Bali Masih Jauh Dari Normal

Published on

spot_img

Berdasarkan hasil riset Colliers International Indonesia, bisnis hotel di Bali menjadi yang paling terpuruk selama tahun 2020 dibandingkan hotel-hotel di Jakarta dan Surabaya. Namun, seiring berjalannya waktu, keadaan bisnis hotel di Jakarta dan Surabaya mulai kembali membaik.

Ferry Salanto, Senior Associate Director Research Colliers International Indonesia, mengatakan, sudah ada kenaikan tingkat hunian di dua daerah tersebut karena adanya tren staycation selama tahun 2020. Berdasarkan data yang telah dihimpun Colliers International Indonesia, hingga akhir November 2020 rata-rata tingkat hunian hotel di Jakarta dan Surabaya mencapai kurang lebih 45 persen.

BACA JUGA:  Bali Menuju Destinasi Konferensi Ramah Lingkungan

Meski telah mengalami kenaikan tingkat hunian, Ferry menyebutkan bahwa hasil tersebut masih jauh dari pencapaian tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun 2019, rata-rata tingkat hunian dari dua daerah tersebut hampir mencapai 80 persen di bulan November.

“Ada gap yang cukup jauh dari tahun sebelumnya karena tidak bisa berharap banyak hanya dari staycation. Sebagai hotel bisnis, yang menjadi kunci untuk membuat tingkat hunian kembali normal ialah aktivitas pemerintah dan juga swasta,” jelasnya lagi.

Sementara itu, bisnis hotel di Bali menjadi yang paling terpuruk karena daerah ini mengandalkan pariwisata sebagai motor penggerak ekonominya. Dengan begitu, sudah dapat dipastikan pelaku usaha yang bergerak di sektor pariwisata akan merasakan dampak yang cukup signifikan, salah satunya ialah perhotelan.

BACA JUGA:  Destinasi Romantis Versi Agoda, Bali di Peringkat Keenam

Tingkat hunian hotel di Bali mulai merangkak naik pada Agustus hingga akhir tahun 2020. Tumbuhnya tingkat hunian ini dilatarbelakangi oleh pelonggaran PSBB di beberapa daerah Indonesia sehingga wisatawan mulai berdatangan ke Bali.

“Domestik sudah mulai naik, tetapi asing masih flat karena terkendala pintu pariwisatanya masih ditutup juga,” ujar Ferry.

Meski sudah mengalami pertumbuhan, tingkat hunian di Bali masih terbilang sangat rendah jika dibandingkan tahun sebelumnya dan daerah lainnya. Colliers International Indonesia mencatat pada April hingga November 2020 rata-rata tingkat hunian di Bali masih di bawah 20 persen.

BACA JUGA:  InterContinental Bali Resort Hadirkan Silent Retreat untuk Penyegaran Jiwa

“Biasanya itu tingkat hunian di Bali mencapai angka 60 hingga 70 persen, apalagi menjelang akhir tahun pasti lagi tinggi-tingginya. Untuk bulan Desember 2020 memang belum direkap, tetapi kami prediksi tidak akan mengalami kenaikan yang signifikan,” ungkap Ferry.

spot_img
spot_img

Ini Layanan Publik Pemprov DKI Jakarta yang Hadir di Jakarta Fair 2026

Jakarta, Venuemagz.com - Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2026 tengah digelar di Jakarta International Expo...

Pekan Raya Grogol 2026 Siap Digelar di Aston Kartika Grogol

Jakarta, Venuemagz.com – Aston Kartika Grogol Hotel & Conference Center berkolaborasi dengan Pemerintah Kota...

Teknologi Mengubah Cara Memilih Destinasi, Kepercayaan Tetap Menjadi Kunci

Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) mulai mengubah wajah industri pariwisata global, termasuk di Indonesia....

Wisata Medis di Malaysia Masih Menjadi Favorit Warga Indonesia

Jakarta, Venuemagz.com -- Indonesia masih menjadi pasar utama bagi sektor wisata medis Malaysia. Hal...

FINNS Menjadi Beach Club Pertama yang Miliki Helikopter Penyelamatan

Bali, Venuemagz.com -FINNS Beach Club secara resmi meluncurkan helikopter search and rescue (SAR) pertama...

Bali Sah Menjadi Destinasi Nomor 1 Dunia 2026

Bali, Venuemagz.com -- Industri pariwisata Indonesia kembali mencatatkan sejarah emas. Pulau Dewata, Bali, resmi...

Ekspansi Tribute Portfolio di Indonesia dengan Pembukaan Hiliwatu, Bali Ubud

Bali, Venuemagz.com -- Tribute Portfolio, bagian dari portofolio global Marriott Bonvoy yang mencakup lebih...