OYO Indonesia Perkenalkan Country Head Baru

Wednesday, 21 October 20 Bonita Ningsih

OYO Indonesia secara resmi memperkenalkan Agus Hartono Wijaya sebagai Country Head terbaru. Penunjukan ini sekaligus memperkuat komitmen OYO dalam menggunakan pendekatan lokal (hyperlocal) di seluruh wilayah operasional bisnisnya.

Posisi Agus saat ini menggantikan peran Eko Bramantyo yang sebelumnya sudah menjabat terlebih dahulu. Di OYO Indonesia, Agus telah memegang jabatan sebagai Country Business Development Head selama hampir dua tahun.

Selain itu, OYO juga memperkuat operasionalnya dengan mengedepankan teknologi yang menjadi DNA perusahaannya. Terlebih dengan adanya pandemi ini, membuat OYO semakin meningkatkan penggunaan teknologi di seluruh jaringan hotelnya. Hal tersebut dilakukan untuk memberikan pengalaman menginap yang lebih aman, seamless, dan contactless.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui beberapa inisiatif, seperti Sanitized Stay, fitur check-in dan check-out tanpa sentuhan, hingga integrasi e-wallet OVO dan Go-Pay di aplikasi OYO. Contactless yang dilakukan untuk memastikan bahwa OYO menerapkan protokol kesehatan dan keselamatan secara komprehensif dalam operasionalnya.

Sementara dari sisi inovasi produk, OYO juga telah meluncurkan merek Kopi Cinta sebagai lini bisnis terbaru di luar akomodasi. OYO juga telah berkolaborasi dengan Simas Insurance dan Qoala untuk menghadirkan proteksi asuransi bagi para tamu yang menginap di seluruh jaringan miliknya.

“Berbagai peningkatan layanan dan inovasi produk tersebut sejalan dengan komitmen OYO untuk terus memberikan rasa aman dan tenang bagi konsumen. Hal tersebut juga dapat membantu bisnis mitra hotel agar dapat terus menjalankan bisnisnya di tengah pandemi,” ungkap Agus.

Selain peningkatan dari sisi produk dan pelayanan, OYO juga aktif berpartisipasi dalam upaya penanggulangan pandemi COVID-19 di Indonesia. Cara yang dilakukan ialah melakukan kolaborasi dengan Habitat of Humanity Indonesia untuk mengalokasikan kamar bagi para pejuang kesehatan, termasuk dokter, perawat, dan petugas medis lainnya di Indonesia. Hal lain yang dilakukan ialah mengalokasikan dana sebesar US$200.000 atau Rp2,7 miliar untuk membantu para mitra pemilik aset di Asia Tenggara.

“Pandemi ini menjadi momentum bagi kami untuk mengevaluasi seluruh operasional bisnis kami, sekaligus menghadirkan berbagai inovasi. Tidak hanya demi keberlangsungan bisnis kita bersama, namun juga untuk seluruh pihak yang membutuhkan. Para mitra kami dan para OYOpreneur juga akan terus memberikan pelayanan terbaik bagi tamu hotelnya,” ucapnya.