Pembangunan Hotel di Mekkah Menjamur

Tuesday, 29 March 16   11 Views   0 Comments   Venue

Data terbaru menunjukkan bahwa Mekkah memimpin dalam hal pembangunan hotel baru di Arab Saudi dengan 24.133 kamar. Riyadh menyusul dengan 10.053 kamar dan Jeddah dengan 6.980 kamar. Mayoritas kamar hotel tersebut akan dibuka dalam lima tahun ke depan. Laporan dari TopHotelProjects tersebut akan disampaikan pada acara Hotel Show Saudi Arabia 2016, 17-19 Mei 2016, di Jeddah Centre for Forums and Events.

Dengan demikian, Mekkah menjadi kota besar kedua di Timur Tengah dan Afrika dalam hal jumlah kamar hotel yang akan dibuka. Di posisi pertama ada Dubai dengan 43.714 kamar yang akan dibangun.

“Dengan adanya tanah suci Mekkah dan Madinah yang diperkirakan akan dikunjungi lebih dari 17 juta peziarah pada 2025, jumlah pebisnis hotel lokal dan internasional yang berinvestasi terus tumbuh,”  ujar Christine Davidson, Group Event Director Dmg Events selaku penyelenggara Hotel Show Saudi Arabia 2016. “Dengan adanya Abraj Kudai yang akan dibuka di Mekkah pada 2019 dengan jumlah kamar 10.000, tidak mengherankan apabila Arab Saudi memimpin dalam jumlah pembangunan hotel baru.”

Menurut laporan tersebut, Carlson Rezidor Hotel Group merupakan satu dari 10 operator hotel internasional yang memiliki proyek pembangunan hotel paling banyak di Arab Saudi. Proyek mereka meliputi dua hotel baru yang akan dibuka di Mekkah, yakni Park Inn by Radisson Al Naseem Makkah (2016) dan Park Inn by Radisson Aziziyah Makkah (2017).

Basel Talal, District Director Carlson Rezidor Hotel Group Arab Saudi dan General Manager Radisson Blu Hotel di Riyadh, mengatakan, “Evolusi wisata religi menjadi prioritas utama pemerintah Arab Saudi dalam beberapa tahun terakhir, dan hasilnya adalah tumbuhnya investasi dari para pengembang dan operator hotel. Sebagai tambahan, ibadah umrah saat ini dapat dilakukan sepanjang tahun, dan pemerintah Arab Saudi menyatakan akan menambah jumlah visa yang diberikan dalam 10 tahun ke depan sejalan dengan selesainya pembangunan infrastruktur dan transportasi pendukung. Targetnya adalah meningkatnya jumlah peziarah maupun yang akan beribadah haji.”

Penulis: Harry Purnama