BerandaHotelPHRI Minta Relaksasi Pajak dari Pemerintah

PHRI Minta Relaksasi Pajak dari Pemerintah

Published on

spot_img
spot_img

Tingginya penyebaran virus corona atau COVID-19 tidak dapat dihindari lagi. Industri pariwisata yang menjadi garda terdepan sebagai penghasil devisa negara kini harus jatuh terperosok lantaran pandemi dunia ini. Tak terkecuali dengan sektor hotel dan restoran yang mengalami penurunan pendapatan selama virus ini mewabah di Indonesia.

Selain merugi, sektor hotel dan restoran juga kesulitan untuk mengatur cashflow bisnisnya. untuk mengatasi hal tersebut, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) meminta bantuan kepada pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk melakukan relaksasi di industri ini.

BACA JUGA:  Hotel Aviary Bintaro Adakan Promo Sepanjang April 2019

Hariyadi B. Sukamdani, Ketua Umum PHRI, meminta relaksasi kepada pemerintah pusat untuk sektor hotel dan restoran di Indonesia. Berikut ini beberapa permohonan relaksasi yang diutarakan PHRI:

  1. Relaksasi PPh Pasal 21 untuk membantu likuiditas pekerja.
  2. Relaksasi PPh Pasal 25 untuk memberi ruang likuiditas bagi usaha pariwisata, khususnya usaha hotel dan restoran.
  3. Penangguhan atau cuti dalam melakukan pembayaran kewajiban perbankan, baik bunga maupun pokok pinjaman atas fasilitas kredit yang diterima oleh pelaku usaha pariwisata, khususnya hotel dan restoran (baik korporasi maupun perorangan).
  4. Pembebasan pembayaran iuran BPJS Kesehatan untuk membantu likuiditas pekerja dan perusahaan.
  5. Pembebasan iuran BPJS Ketenagakerjaan untuk membantu likuiditas pekerja dan perusahaan.
BACA JUGA:  Marriott Indonesia Adakan Women in Leadership Conference yang Pertama

Selain itu, Hariyadi juga memberikan usulan relaksasi kepada pemerintah daerah di seluruh Indonesia untuk membantu sektor hotel dan restoran. Berikut ini usulan yang disampaikan PHRI:

  1. Membebaskan pajak hotel dan restoran untuk sementara waktu.
  2. Membebaskan pajak hiburan untuk sementara waktu.
  3. Penundaan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) jika wabah COVID-19 pada bulan pembayaran kewajiban masih berlangsung.
  4. Membebaskan Pajak Air Bawah Tanah.
  5. Membebaskan dan/atau memberikan diskon terhadap Retribusi Sampah.
  6. Dan lain-lainnya yang dianggap dapat meringankan beban pelaku usaha di seluruh wilayah Indonesia selama situasi wabah COVID-19 berlangsung.
spot_img
spot_img
spot_img

Dorong Pariwisata Berkelanjutan, Ijen Siap Jalankan Revalidasi UNESCO Global Geopark 

Banyuwangi, Venuemagz.com - Fenomena blue fire (api biru) danau Kawah Ijen terbukti ampuh menyedot...

IBEM 2026 Tegaskan Ambisi Indonesia Menjadi Destinasi MICE Unggulan

Jakarta, Venuemagz.com – Indonesia hari ini, 28 Juli 2026, menandai tonggak penting dalam pengembangan...

HKTB Luncurkan Kampanye Pariwisata Global Only in Hong Kong 

Hong Kong, Venuemagz.com - Dalam rangka memberikan pengalaman destinasi yang unik, Hong Kong Tourism...

Accor Memperingati Hari Anak Nasional Melalui ATFAC Family Fun Walk di Jakarta

Jakarta, Venuemagz.com - Accor memperingati Hari Anak Nasional Indonesia melalui kegiatan ATFAC Family Fun...

Dorong Pariwisata Berkelanjutan, Ijen Siap Jalankan Revalidasi UNESCO Global Geopark 

Banyuwangi, Venuemagz.com - Fenomena blue fire (api biru) danau Kawah Ijen terbukti ampuh menyedot...

IBEM 2026 Tegaskan Ambisi Indonesia Menjadi Destinasi MICE Unggulan

Jakarta, Venuemagz.com – Indonesia hari ini, 28 Juli 2026, menandai tonggak penting dalam pengembangan...

HKTB Luncurkan Kampanye Pariwisata Global Only in Hong Kong 

Hong Kong, Venuemagz.com - Dalam rangka memberikan pengalaman destinasi yang unik, Hong Kong Tourism...