RedDoorz Targetkan Okupansi 1 Juta Kamar Per Bulan

Thursday, 24 October 19 Herry Drajat
RedDoorz Indonesia

RedDoorz menegaskan kembali komitmennya untuk melanjutkan investasi besar-besaran di Indonesia dengan menambah 300 hotel menjelang akhir tahun 2019 menjadi 1.500 properti. Sejak awal pendirian pada tahun 2015, RedDoorz telah memperoleh dana sebesar US$140 juta, dan pada Agustus 2019 mendapat tambahan dari pendanaan Seri C sebesar US$70 juta. Dengan adanya tambahan dana tersebut, RedDoorz menargetkan kenaikan jumlah kamar yang ditempati dari 600.000 kamar per bulan pada September 2019 menjadi satu juta kamar pada akhir tahun 2019.

Mohit Gandas, Presiden Direktur RedDoorz Indonesia, mengatakan, “Sejak diluncurkan pada tahun 2015, kami telah mengembangkan sebanyak 1.200 properti di 100 kota, dan kami menargetkan 1.500 properti pada akhir tahun ini. Kami sepenuhnya berkomitmen untuk menjadi pilihan terbaik dalam melayani kebutuhan wisatawan Indonesia di mana pun.”

Menurut data yang dilansir oleh World Travel & Tourism Council, di Asia Tenggara, ​hotel bujet merupakan yang “paling dinamis” di dalam industri yang bernilai US$34 miliar,​ dan Indonesia memainkan peran penting pada pertumbuhan vertikal di mana perjalanan dan pariwisata Indonesia telah meningkat secara pesat dalam beberapa tahun terakhir, yaitu tumbuh dua kali lipat lebih cepat dari rata-rata global serta berkontribusi hingga enam persen Produk Domestik Bruto nasional yang setara dengan US$62,6 miliar.

“Dengan ekosistem perjalanan domestik dan internasional yang sangat besar, Indonesia merupakan pasar yang sangat penting bagi kami. RedDoorz akan terus memperluas dan meningkatkan penawaran layanan untuk pengguna setiap hari, dengan membuka properti baru di kota-kota baru dan yang sudah ada, tanpa mengurangi nilai kenyamanan, keterjangkauan, dan kebersihan,” ujar Mohit Gandas.

RedDoorz terus menambah jumlah mitra propertinya untuk memastikan bahwa semua wisatawan dapat ​merasakan pengalaman menginap yang berkualitas dengan harga yang kompetitif dan terjangkau di seluruh negeri. Kerja sama tersebut juga menyangkut standardisasi akomodasi hotel.

Selain itu, bagi para mitra properti, RedDoorz juga menyediakan akses ke solusi teknologi, termasuk penetapan harga yang dinamis dan perangkat manajemen inventaris untuk mengoptimalisasi pendapatan dan keunggulan operasional, serta memberikan pelatihan ​hospitality secara berkala kepada karyawan mitra.

​Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, pada 2018 terdapat sekitar 14.000 akomodasi di Indonesia. Sandy Maulana, Country Marketing Director RedDoorz Indonesia, optimistis target kenaikan jumlah kamar dan jumlah properti akan tercapai.

“Masyarakat Indonesia memiliki perhatian yang besar terhadap industri perjalanan. Terdapat sekitar 14.000 akomodasi di Indonesia, dan RedDoorz saat ini memiliki 1.200 properti, yang menandakan bahwa RedDoorz masih memiliki ruang untuk tumbuh dan semakin besar,” tegas Sandy.

RedDoorz saat ini mengoperasikan lebih dari 1.500 properti di lebih dari 120 kota di wilayah Indonesia, Singapura, Filipina, dan Vietnam. Selain memperluas jaringannya di Indonesia, RedDoorz juga akan mengembangkan bisnisnya di Asia Tenggara dengan memasuki Thailand pada kuartal pertama 2020.