JAKARTA, Venuemagz.com – Sepuluh anak melangkah satu per satu di area lobi hotel. Mereka mengenakan busana dengan motif yang dihasilkan dari teknik eco printing, kemudian berjalan di hadapan tamu dan keluarga yang hadir.
Bagi sebagian orang, peragaan busana mungkin menjadi hal biasa. Namun, bagi anak-anak dari POTADS Community (Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome), pengalaman tersebut menjadi ruang untuk tampil, berekspresi, sekaligus membangun kepercayaan diri.
Momen itu menjadi bagian dari perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia yang digelar THE 1O1 Jakarta Sedayu Darmawangsa melalui kegiatan bertajuk “Celebrate Creativity and Inclusion”, Agustus 2026.
Kegiatan tersebut mempertemukan hotel, komunitas, desainer lokal, dan pelaku UMKM dalam satu rangkaian acara. Selain fashion show, kegiatan juga diisi dengan pengenalan produk berkelanjutan dari Madda Craft 1432 serta sesi table manner bagi anak-anak dan pendamping POTADS Community.
Dari sekitar 30 anak yang mendaftarkan diri, 10 anak dipilih untuk mengikuti fashion show. Mereka mengenakan karya Edith House, label fesyen yang mengembangkan busana dengan teknik eco printing.
Pengalaman tampil di depan publik menjadi bagian penting dari kegiatan tersebut. Bukan sekadar memperagakan busana, anak-anak mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam suasana yang inklusif dan suportif.
Rani Rosdayantika, Pengurus POTADS Indonesia, mengatakan, kesempatan tersebut memberikan pengalaman yang berarti bagi anak-anak dan keluarga.
“Kami sangat mengapresiasi kesempatan yang diberikan kepada anak-anak POTADS untuk terlibat dalam kegiatan ini. Bagi mereka, kesempatan untuk tampil dan mendapatkan pengalaman seperti fashion show merupakan sesuatu yang sangat berarti,” ujarnya.
Menurut Rani, inklusivitas tidak berhenti pada memberikan kesempatan. Hal yang tidak kalah penting adalah menciptakan ruang agar anak-anak dapat merasa diterima, dihargai, dan percaya diri.
Pesan tersebut sejalan dengan semangat yang ingin dibawa THE 1O1 Jakarta Sedayu Darmawangsa dalam perayaan kemerdekaan tahun ini. Alih-alih hanya menggelar seremoni, hotel memilih menghadirkan kegiatan yang mempertemukan unsur kreativitas, komunitas, UMKM, dan keberlanjutan.
Ketika Fashion Bertemu Alam
Busana yang dikenakan para peserta fashion show memiliki cerita tersendiri. Edith House menggunakan teknik eco printing dengan memanfaatkan bentuk dan pigmen alami dari tumbuhan untuk menghasilkan motif pada kain. Salah satu material yang digunakan adalah kayu secang, yang menghasilkan warna bernuansa merah hingga oranye.
Teknik tersebut membuat setiap kain memiliki karakter yang berbeda. Motif yang dihasilkan tidak selalu seragam, sehingga memberikan identitas tersendiri pada setiap busana.
Edita Rianti Anastasia, Founder & Director Edith House, mengatakan, pendekatan tersebut merupakan upaya menghadirkan unsur alam ke dalam karya fesyen.
“Kami percaya bahwa setiap kain memiliki cerita dan setiap orang memiliki keunikan. Melalui eco printing, kami mencoba menghadirkan keindahan yang berasal dari alam ke dalam sebuah karya,” katanya.
Kolaborasi dengan THE 1O1 Jakarta Sedayu Darmawangsa dan POTADS Community, lanjut dia, membuat busana tersebut memiliki makna yang lebih luas. Busana tidak hanya diposisikan sebagai produk fesyen, tetapi juga menjadi medium untuk menyampaikan pesan mengenai kreativitas, keberagaman, dan inklusivitas.
Limbah Kemasan Jadi Produk Fungsional
Semangat keberlanjutan dalam kegiatan tersebut tidak hanya datang dari dunia fesyen. Madda Craft 1432 turut memperlihatkan bagaimana material yang selama ini dianggap sebagai limbah dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai guna.
UMKM yang didirikan Ikke Achmad tersebut memanfaatkan limbah kemasan pasta gigi untuk membuat berbagai produk fesyen fungsional, seperti clutch dan dompet.
Material daur ulang tersebut kemudian dipadukan dengan kain tenun sebagai elemen desain. Hasilnya, produk tidak hanya memiliki fungsi, tetapi juga membawa unsur estetika dan identitas budaya Indonesia.
Kehadiran Madda Craft 1432 dan Edith House menunjukkan bagaimana isu keberlanjutan dapat diterapkan melalui produk sehari-hari. Pada saat yang sama, kolaborasi tersebut memberikan ruang bagi UMKM lokal untuk memperkenalkan karya mereka kepada publik yang lebih luas.
Sebagai bagian dari kelanjutan kolaborasi, karya Edith House dan produk Madda Craft 1432 juga akan ditampilkan di Merchandise Corner yang berada di area lobi THE 1O1 Jakarta Sedayu Darmawangsa.
Belajar Etika di Meja Makan
Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut ke Dwangsa9 Indonesian Restaurant. Anak-anak dan pendamping dari POTADS Community mengikuti sesi table manner yang dikemas secara interaktif. Mereka diperkenalkan dengan penggunaan peralatan makan, tata cara makan, serta etika dasar ketika berada di meja makan.
Sesi berlangsung mulai dari appetizer, main course, hingga dessert. Bagi para peserta, kegiatan tersebut bukan sekadar belajar tata cara makan, tetapi juga menjadi pengalaman sosial dalam suasana yang berbeda dari keseharian mereka.
Eva Rosdiana, General Manager THE 1O1 Jakarta Sedayu Darmawangsa, mengatakan, kegiatan tersebut menjadi cara hotel memaknai kemerdekaan melalui kesempatan yang setara.
“Bagi kami, kemerdekaan bukan hanya tentang sebuah perayaan, tetapi juga tentang bagaimana kita memberikan ruang dan kesempatan yang setara bagi setiap orang untuk menunjukkan kreativitasnya,” ujarnya.
Ia mengatakan, setiap anak memiliki potensi dan cerita yang layak diapresiasi. Karena itu, kolaborasi dengan POTADS Community, Edith House, dan Madda Craft 1432 diharapkan dapat menghadirkan pengalaman yang tidak hanya berlangsung selama acara.
Greta Indri, Marketing Communication Manager PHM Hotels, melihat kolaborasi lintas komunitas tersebut sebagai bagian dari perkembangan peran industri hospitality.
“Hospitality pada dasarnya adalah tentang bagaimana kita membuat setiap orang merasa diterima dan dihargai,” katanya.
Menurut Greta, industri hospitality memiliki ruang untuk berkontribusi lebih luas, termasuk mendukung komunitas, memberikan panggung bagi talenta lokal, serta memperkenalkan karya UMKM kepada masyarakat.
Melalui “Celebrate Creativity and Inclusion”, perayaan HUT ke-81 RI di THE 1O1 Jakarta Sedayu Darmawangsa akhirnya tidak berhenti pada dekorasi merah putih atau seremoni kemerdekaan. Ada anak-anak yang mendapat kesempatan tampil, desainer lokal yang memperkenalkan fesyen berbasis material alami, UMKM yang membawa cerita tentang pengolahan limbah, hingga pengalaman sederhana di meja makan.
Dari rangkaian tersebut, kemerdekaan diterjemahkan dalam bentuk yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari: kesempatan untuk tampil, diterima, berkarya, dan tumbuh bersama.








