Jakarta, Venuemagz.com – Industri kuliner Indonesia tengah memasuki era baru yang semakin membanggakan. Tak lagi memuaskan lidah masyarakat lokal, kini makanan khas Nusantara tengah dipersiapkan untuk merebut hati penikmat kuliner global.
Melalui kolaborasi strategis antara Kementerian Ekonomi Kreatif dan Kembali Group, restoran kuliner khas Nusantara direncanakan akan dibuka di Republik Korea. Pembukaan ini menjadi angin segar bagi Indonesia sekaligus menandai langkah agresif dalam mengakselerasi ekspansi kuliner lokal ke pasar internasional.
Restoran Indonesia yang akan dikembangkan Kembali Berdjaya Group direncanakan akan hadir di Seoul, Korea Selatan. Restoran ini akan mengusung konsep kuliner dan kopi kontemporer yang tetap mempertahankan cita rasa otentik Indonesia.
Pemilihan Seoul sebagai lokasi didasarkan pada besarnya potensi pasar food and beverage (F&B) serta tingginya daya beli masyarakat urban terhadap tren kuliner khas Asia Tenggara. Kehadiran restoran ini nantinya diharapkan dapat memperkenalkan warisan hospitality Indonesia sekaligus memperluas pengenalan kuliner Nusantara di Republik Korea.
Project Founder Kembali Berdjaya Grup, Meta Rosiana, menjelaskan restoran ini akan dirancang lebih dari sekadar tempat makan. Restoran ini diharapkan dapat menjadi platform hospitality Indonesia yang adaptif, scalable, dan dapat terus berkembang di pasar internasional.
Perkuat Kuliner Indonesia ke Kancah Internasional
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, mengatakan bahwa upaya ini menjadi bagian komitmen pemerintah dalam memperkuat identitas kuliner Indonesia agar mampu bersaing dan memiliki posisi tawar yang kuat di kancah internasional. Langkah ini juga sekaligus memperkuat peran Kementerian Ekraf dalam rantai pasok ekonomi kreatif dan kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.
Untuk menjalankan kolaborasi ini, Kementerian Ekraf menggelar pertemuan dengan Kembali Berdjaya Group beberapa waktu silam. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas sejumlah dukungan strategis mulai dari arahan kebijakan dan fasilitasi promosi internasional hingga perluasan jejaring.
Pembahasan juga mencakup upaya memperkuat konektivitas ekosistem kreatif Indonesia dengan Republik Korea. Selain itu, bagaimana caranya membuka peluang kolaborasi ekonomi kreatif hingga memfasilitasi business matching dengan mitra strategis dan investor potensial.
“Pemerintah sepenuhnya mendukung inisiatif pelaku usaha lokal yang berani melakukan ekspansi global demi membawa cita rasa asli Indonesia ke panggung dunia,” ujar Teuku Riefky dalam siaran persnya di Jakarta.
Kuliner Jadi Kontributor Terbesar Ekraf
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diolah Kementerian Ekraf, subsektor kuliner telah menjadi kontributor terbesar bagi ekonomi kreatif. Sepanjang tahun 2025, kontribusi subsektor ini mencapai 41,06 persen dan pertumbuhan sebesar 8,44 persen.
Tak hanya itu, kinerja ekspor barang subsektor kuliner juga telah menunjukkan tren positif. Pada Januari–April 2026, kinerja ekspor mencapai 0,28 miliar dolar AS atau mengalami peningkatan dari sebelumnya 0,23 miliar dolar AS di periode yang sama tahun lalu.
“Kehadiran produk lokal di luar negeri akan menjadi motor penggerak baru bagi penguatan ekspor berbasis kuliner. Kami siap memfasilitasi restoran yang mau buka di luar negeri,” tambah Riefky.
Bentuk dukungan lainnya yang akan diberikan Kementerian Ekraf adalah memfasilitasi kegiatan business matching dengan para investor asal Indonesia. Selain itu, pihaknya juga akan membantu promosi hingga integrasi dengan UMKM yang terverifikasi untuk nantinya ditindaklanjuti bersama direktorat Kementerian Ekraf terkait.
“Kami ingin mengapresiasi respons positif Kementerian Ekraf yang diharapkan mampu mempercepat realisasi peta jalan ekspansi gerai kami di Seoul,” tutup Meta Rosiana.








