Untuk Keempat Kalinya Accor Dukung UMKM di Indonesia

Tuesday, 01 December 20 Bonita Ningsih

Kementerian Perdagangan kembali menjalin kerja sama dengan grup perhotelan Accor (AAPC Indonesia) dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) untuk mendorong pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kali ini, perjanjian kerja sama dilakukan untuk membantu UMKM di Provinsi Bali agar dapat mengembangkan usahanya.

Penandatanganan perjanjian kerja sama dilakukan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Johni Marta mewakili Direktur Penggunaan dan Pemasaran Produk Dalam Negeri, Kepala Disperindag Provinsi Bali I Wayan Jarta, Vice President Sales Marketing Distribution and Loyalty Accor Indonesia, Malaysia, Singapura Adi Satria, serta Pemimpin Kantor Wilayah Denpasar PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk I Gusti Nyoman Dharma Putra. Penandatanganan disaksikan secara langsung oleh Menteri Perdagangan Agus Suparmanto di Sofitel Bali Nusa Dua, Badung, Bali.

Beberapa poin penting yang terdapat di dalam kerja sama ini di antaranya koordinasi pihak-pihak terkait, pertukaran data dan informasi, serta pembinaan UMKM. Selain itu, terdapat kontrak kerja sama pengadaan barang dan/atau jasa fasilitas perhotelan dan jasa akomodasi dengan pelaku UMKM di sektor perdagangan yang memenuhi kriteria dari pihak-pihak terkait.

“Kami juga akan memberikan fasilitas pembiayaan dan legalitas usaha kepada UMKM di sektor perdagangan yang bekerja sama dengan pihak-pihak terkait,” ungkap Agus.

Dukungan pemerintah provinsi Bali tertuang dalam Peraturan Gubernur nomor 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali. Dalam peraturan tersebut, hotel, restoran, usaha katering, dan toko swalayan diberikan kewajiban untuk menjalin kemitraan dengan petani, koperasi, dan UMKM.

“Saya mengapresiasi langkah yang dilakukan Pemerintah Provinsi Bali dalam memberikan kepastian dan kesinambungan terkait pemasaran dan pemanfaatan produk pertanian, perikanan, dan industri lokal Bali. Semoga langkah yang telah dilakukan Pemerintah Provinsi Bali ini dapat diikuti pemerintah daerah lainnya,” ucapnya lagi.

I Wayan Jarta, Kepala Disperindag Provinsi Bali, mengungkapkan bahwa penandatanganan kerja sama ini menjadi momentum yang baik bagi kesuksesan bisnis UMKM di daerahnya. Selain itu, kerja sama ini diharapkan dapat membuat UMKM semakin tangguh dan berkelanjutan sehingga dapat membangun kekuatan dan kedaulatan ekonomi daerah.

“Pemerintah Daerah Provinsi Bali sangat mendukung kerja sama ini. Kami harap, sinergi ini akan meningkatkan semangat dan motivasi para eksportir dan pelaku UMKM di Bali,” kata I Wayan Jarta.

Sementara itu, di tempat terpisah, Garth Simmons selaku CEO Accor Asia Tenggara, Jepang, Korea Selatan, mengatakan bahwa kerja sama dengan Pemprov Bali menjadi yang keempat dilakukan oleh pihaknya dan Kemendag. Sebelumnya, Accor telah menandatangani kerja sama yang dilakukan Kemendag untuk UMKM di daerah Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya.

“Sinergi dari semua pihak sangat dibutuhkan dalam menjalankan dan menumbuhkan roda perekonomian tanah air, khususnya bagi UMKM. Kami berharap, dukungan dapat kami lanjutkan ke destinasi lain di mana pun hotel kami berada dan kapan pun, bahkan di saat yang penuh tantangan ini,” ujar Garth.

Melalui kerja sama ini, Agus berharap Accor dan BNI akan terus tumbuh menjadi perusahaan besar yang mendominasi kegiatan ekonomi nasional dan tetap menggandeng UMKM dalam menjalankan usahanya. Selain itu, mampu membantu meningkatkan daya saing produk dan mentransformasi UMKM dalam memasarkan produk dan pembiayaan usaha.

“Langkah yang diambil Accor dan seluruh jaringan hotelnya diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi hotel lain di Indonesia. Sementara itu, Bank BNI juga dapat memperluas pemberian bantuan permodalan kepada UMKM di wilayah lainnya di Indonesia,” jelas Agus.

Syailendra, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut nyata Kementerian Perdagangan dalam memberikan kepastian UMKM untuk memproduksi dan memasarkan produknya secara berkelanjutan. Dengan begitu, diharapkan kebutuhan hotel di Indonesia dapat dipasok melalui produk-produk hasil UMKM yang terus ditingkatkan.