Agar Data Pribadi Tidak Diretas

Friday, 29 October 21 Venue
keamanan digital internet

Kebocoran data pribadi membuat khawatir. Data yang bocor biasanya meliputi nama lengkap, KTP, nomor telepon, email, NID, dan alamat.

Bocornya data, menurut Anang Sucipto, Pengawas Sekolah Ahli Madya, biasanya berasal dari PSTE (Penyelenggara Sistem dan Transaksi Elektronik) atau instansi pemerintah yang meminta untuk memasukkan data.

“Sebagai pengguna, yang bisa kita lakukan adalah waspada terhadap praktik kejahatan atau penipuan yang terjadi atas kebocoran data tersebut,” ujar dia dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 untuk wilayah Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Rabu (27/10/2021).

Oleh karena itu, lanjut dia, platform atau PSTE harus bertanggung jawab penuh dan wajib dikenakan sanksi berat apabila terjadi kelalaian yang mengakibatkan terjadinya kebocoran data pribadi.

Anang mengatakan, terdapat beberapa tips untuk mengamankan data pribadi supaya tidak diretas, di antaranya:

  • Rutin Ganti Password

Lakukan pergantian password pada akun aplikasi atau platform secara berkala. Misalnya, selama tiga bulan sekali untuk memastikan informasi data pribadi yang kita masukkan aman dari retasan.

  • Dompet Digital
BACA JUGA:   Mengubah Dunia Digital Menjadi Panggung Budaya

Di zaman dengan teknologi semakin canggih, penggunaan dompet digital menjadi pilihan sehari-hari untuk menghindari penggunaan kartu debit dan kredit secara langsung. Tidak ada salahnya untuk menggunakan dompet digital untuk lebih memperaman data informasi pribadi kita.

  • Verifikasi Dua Langkah

Jika memungkinkan, pilih proteksi ganda terhadap informasi data pribadi yang Anda berikan. Verifikasi dua langkah atau Two-factor authentication (2FA) yang ditawarkan pihak aplikasi maupun PSTE merupakan salah satu cara melindungi data.

  • Jangan Pakai Wi-fi Publik

Usahakan untuk tetap menggunakan jaringan internet pribadi dalam gawai Anda. Tidak usah berharap untuk menggunakan Wi-fi publik yang disediakan gratis demi keamanan data pribadi Anda.

  • Update Antivirus

Pasang Antivirus ter-update dalam gawai Anda untuk berjaga-jaga jika terdapat malware di dalamnya. Antivirus akan bekerja untuk melindungi data pribadi Anda.

  • Transaksi di Platform Terpercaya
BACA JUGA:   Memberikan Penghargaan Tertinggi untuk Diri Sendiri di Media Sosial

Saat ini, Anda juga harus mulai selektif dalam memberikan data pribadi dalam platform. Usahakan untuk mengecek lebih dulu jenis platform yang meminta data pribadi, apakah terpercaya atau tidak untuk menghindari kebocoran data.

  • Gunakan Ragam Password

Jika Anda memiliki beberapa platform yang meminta data pribadi, gunakan password yang berbeda-beda di masing-masing platform. Termasuk di dalamnya untuk e-commerce dan media sosial.

  • Hindari Link Asing

Anda diwajibkan untuk tidak langsung mengklik link asing sembarangan. Sebab ditakutkan adanya phising melalui data pribadi yang ada di patform. Phising adalah suatu metode untuk melakukan penipuan dengan mengelabui target dengan maksud untuk mencuri akun target.

  • Jaga Kode OTP

Jangan pernah memberitahukan kode OTP kepada siapapun. Biasanya kode OTP diberikan secara personal melalui sistem kepada pengguna platform. Sekalipun itu merupakan karyawan dari platform yang bersangkutan, Anda dilarang keras untuk memberitahukan kode OTP yang Anda dapatkan.

BACA JUGA:   Orangtua Termasuk Digital Immigrant, Begini Cara Mengatasinya

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).