Memanfaatkan media digital dengan hal yang positif merupakan hal yang mudah. Menurut Marcella Vionita, Key Opinion Leader, apa saja bisa dijadikan konten, hobi hingga antusiasme kita terhadap sesuatu juga dapat dibuat konten.
“Bonusnya dari konten-konten yang positif dan menginspirasi itu ialah banyaknya followers yang dapat dijadikan modal untuk menambah penghasilan,” kata dia dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa (02/11/2021). Followers banyak dan keaktifan berinteraksi di media sosial, kata Marcella, menjadi daya tarik brand untuk melakukan kerjasama.
Marcella mengatakan, dirinya senang memasak. Dia senang membagikan resep masakan dan video tutorial. Kreativitasnya diuji ketika melihat tren video pendek. Bagaimana tutorial masak itu cukup hanya dalam waktu 14-30 detik saja?
“Saya hobi sekali masak, sudah seperti passion saya ditambah sekarang juga punya bisnis kuliner jadi sekalian jualan juga. Saya benar-benar memanfaatkan media digital sebaiknya-baiknya seperti melihat peluang yang besar jadi sayang untuk dilewatkan,” ujar dia.
Meskipun selalu menghadirkan konten positif, namun terkadang komentar yang hadir pun tidak selalu bernada positif. Ada saja mereka yang menyinyir dan mengomentari hal yang sebenarnya tidak berhubungan dengan konten. Bukan kritik pula hanya sekadar menyindir.
“Komentar negatif tidak banyak tapi ada dan sering terbaca. Saya tidak berlebihan menanggapi, kalau ditanggapi nanti panjang. Bacanya saja juga sudah tidak enak. Saya langsung block saja atau abaikan,” ujarnya.
Baginya di ruang digital bukan tempat untuk berdebat atau mendiskusikan hal yang tidak penting. Lebih baik fokus untuk membuat konten dan menebar inspirasi.
Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 -untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).





