Rawan Kejahatan Digital, Ini Tips Aman Belanja Online

Tuesday, 31 August 21 Venue
ilustrasi belanja online digital virtual

Belanja online saat ini sudah menjadi kebiasaan masyarakat. Menurut Rahmat Ika Pakih, Paktisi Wirausaha, belanja online adalah kegiatan pembelian barang atau jasa melalui media internet. Kegiatan ini bisa dilakukan di mana pun dan kapanpun asal ada jaringan internet.

“Siapapun bisa belanja online selama ada jaringan internet. Kelebihannya produk dan layanan bervariasi. Kita bisa belanja barang yang ada di Magetan dari Jakarta. Jadi, mempersingkat rantai distribusi,” ujar Rahmat dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Senin (30/8/2021).

Dalam belanja online, lanjut dia, terdapat aplikasi atau platform yang digunakan untuk melakukan transaksi tersebut. Cari tahu dari sekian banyak pilihan aplikasi tersebut mana yang paling sesuai. “Setiap orang pun memiliki preferensi yang berbeda dalam memilik tempat belanja online,” tutur Rahmat

BACA JUGA:   Agar Data Pribadi Tidak Diretas

Menurut dia, terdapat tiga tempat atau platform yang sering digunakan untuk berbelanja online. Pertama, e-commerce yaitu website yang digunakan untuk menjual profuk-produk dari pemilik website. Kedua, marketplace yaitu website pihak ketiga yang bertindak sebagai perantara yang menghubungkan penjual dengan pembeli di internet. Ketiga, online shop yaitu bisnis yang fokus untuk melakukan penjualan di media sosial.

Di samping kelebihannya, kata Rahmat, e-commerce memiliki kekurangan. Salah satunya ialah rawan akan penipuan dan kejahatan digital. Oleh karena itu, Rahmat mengingatkan untuk selalu menjaga keamanan digital saat bertransaksi secara online.

“Keamanan digital atau digital safety adalah kemampuan individu dalam mengenali, mempolakan, menganalisis, dan meningkatkan kesadaran keamanan digital di kehidupan sehari-hari,” kata dia.

Rahmat mengatakan, terdapat beberapa tips agar aman dalam belanja online atau melakukan transaksi online, yaitu:

  • Memeriksa reputasi toko, pastikan review dari pembeli itu bagus mulai dari pelayanan, pengemasan barang, hingga kualitas produknya.
  • Bandingkan harga dari satu toko dan toko lainnya.
  • Membaca ketentuan produk. Umumnya, penjual memberikan ketentuan-ketentuan seperti retur barang rusak, garansi, dan sebagainya beserta syarat untuk mengklaimnya.
  • Menghindari penggunaan kartu kredit saat bertransaksi secara online. Rahmat mengatakan, lebih aman menggunakan dompet digital yang bekerja sama dengan e-commerce atau marketplace tersebut.
  • Memanfaatkan promo agar berbelanja jadi semakin untung.
  • Pilih kurir yang pelayanannya bagus, cepat, serta dekat dari rumah.
  • Kenali juga istilah dalah transaksi secara online untuk menghindari miskomunikasi, seperti pre-order, restock, sold out, refund, seller, buyer, reseller, dropship, dan sebagainya.
BACA JUGA:   Imbas Dari Rekam Jejak Digital

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).