Cegah Pornografi, Pendidikan Seks Perlu Diberikan Sejak Dini

Friday, 15 October 21 Venue

Agar anak-anak tidak mudah terpapar konten pornografi di internet, pendidikan seks perlu diajarkan sejak dini. Hal ini, menurut Nurchairiyah Harahap, Account Manager at Fuse Lab Integrated Creative Partner, menjadi penting agar anak-anak tidak mencari tahu sendiri yang justru bisa menjebaknya pada perilaku adiksi atau kecanduan pornografi.

“Pencegahan pornografi memang harus dimulai dengan pendidikan seks di keluarga. Anak-anak harus mendapatkan pengetahuan yang benar agar tidak mencari tahu sendiri. Apalagi konten-konten pornografi masih sangat mudah diakses di internet,” kata dia dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur, Rabu (13/10/2021).

BACA JUGA:   Ragam Penipuan Online di Sektor Jasa Keuangan

Rasa penasaran yang tinggi akibat tidak mendapatkan pendidikan seks di keluarga, anak-anak yang tadinya hanya “iseng” lama kelamaan bisa menjadi kecanduan konten pornografi. Karena menurutnya, cara pornografi merusak fungsi otak sama dengan narkoba.

“Adiksi pornografi sama saja dengan adiksi narkoba. Keduanya bisa menyebabkan fungsi otaknya jadi terganggu. Karena fungsi kenikmatan yang terangsang di otak membuat dia ingin kembali melihat konten pornografi, sampai akhirnya jadi kecanduan,” ujarnya.

Menurutnya, mengajarkan pendidikan seks, bisa dimulai sejak masa balita. Misalkan dengan menerangkan fungsi-fungsi organ vital. Langkah ini juga perlu dilakukan untuk mencegah anak menjadi korban pelecehan seksual.

BACA JUGA:   Menjaga Adab dan Tata Krama di Dunia Maya

“Sejak balita anak-anak sudah bisa diperkenalkan pada fungsi-fungsi alat kemaluannya. Ini penting agar anak-anak tidak menjadi korban pelecehan. Jadi harus diingatkan juga bahwa tidak boleh ada orang lain yang menyentuh organ kemaluannya,” ujarnya.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

BACA JUGA:   Manfaatkan Rekam Jejak Digital untuk Personal Branding

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).