Diintimidasi, Ini Yang Harus Dilakukan

Wednesday, 25 August 21 Venue

Bullying atau perundungan adalah bentuk penganiayaan secara psikologis atau fisik yang disebabkan oleh kurangnya rasa empati terhadap orang lain. Bullying, telah menjadi fenomena yang memprihatinkan di tengah pergaulan remaja saat ini.

“Sampai saat ini tak banyak kasus bullying yang mendapat perhatian serius, karena definisi bullying masih abu-abu bagi banyak orang,” kata Abednego Tambayong, Founder Abed Azarya & Team, dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa (24/8/2021).

Menurutnya, hampir semua orang mungkin pernah mengalami bullying pada satu titik di dalam hidup mereka. Bentuknya bisa berupa pengucilan, intimidasi fisik, atau cyberbullying. “Apapun bentuknya, bullying tetap bisa meninggalkan trauma kepada si korban,” ujar Abednego

Dia mengatakan, menjadi korban bullying merupakan hal yang benar-benar mengerikan, berapapun usia. Efek di-bully terkadang dapat meninggalkan traumatis bertahun-tahun kemudian. “Setelah bullying berhenti, mengatasi efek dari tindakan itu merupakan salah satu hal tersulit bagi seseorang,” ujar Abednego.

BACA JUGA:   Cyberbullying, Perundungan Melalui Ranah Digital

Menurut dia, banyak orang dewasa mengatakan, mereka terus terpengaruh tindakan intimidasi yang dialami di masa kecil mereka, dan bullying di tempat kerja seringkali menjadi hal yang menakutkan dan berat bagi orang-orang untuk diatasi.

Abednego mengatakan, terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan jika diri sendiri diintimidasi, seperti:

  • Laporkan kepada orang dewasa yang bisa dipercaya

Cobalah untuk mengkomunikasikan bullying yang menimpamu atau orang di dekatmu kepada orang dewasa yang menurutmu bisa dipercaya. Orang dewasa yang memiliki otoritas seperti orangtua atau guru biasanya memiliki cara yang lebih baik dalam menangani masalah seperti ini tanpa harus membahayakan si korban.

  • Abaikan upaya bullying dengan sikap cuek
BACA JUGA:   Tips Aman Bermain Media Sosial

Jika memungkinkan, abaikan orang yang mencoba melakukan bullying kepadamu dengan berjalan pergi dari tempat dan situasi di mana mereka mencoba melancarkan aksi intimidasi. Orang-orang yang gemar melakukan bullying ingin menunjukkan reaksi. Bersikap cuek merupakan langkah awal untuk mematahkan intimidasi mereka.

  • Berjalan Tegak dengan Dagu Terangkat

Meskipun terdengar sederhana, bahasa tubuh yang tepat setidaknya bisa membuat orang yang berniat melakukan bullying ragu. Cobalah berjalan dengan punggung tegak dan dagu terangkat untuk menyampaikan ‘pesan’ kamu bukan orang yang lemah.

  • Hindari Konfrontasi Fisik

Jangan pernah meladeni intimidasi fisik. Tak perlu memaksakan diri terlibat di dalam perkelahian, karena konflik fisik seperti ini bisa membuat kamu terluka. Contoh dari beberapa kasus bahkan bisa berakhir membahayakan nyawa. Lebih baik menyalurkan emosi lewat cara-cara yang lebih sehat. Misalnya dengan mendengarkan musik, menulis, atau melakukan aktivitas fisik.

BACA JUGA:   Hoaks Banyak Tersebar Melalui Aplikasi Chatting dan Medsos

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).