Dompet Digital Bikin Boros, Ini Antisipasinya

Thursday, 29 July 21 Venue

Pandemi Covid-19 membuat penggunaan dompet digital atau e-wallet semakin digemari masyarakat modern. Dari segi praktisme, menggunakan dompet digital lebih praktis. Menurut Mohamad Subaweh, Relawan TIK Kabupaten Tulungagung, tinggal buka aplikasi atau sebutkan nomor handphone, pembayaran otomatis diproses dan selesai.

“Adanya dompet digital membuatmu bisa transaksi di mana saja tanpa harus membawa uang tunai atau ATM,” katanya dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Rabu (28/7/2021).

Subaweh mengatakan, mengingat dompet digital sangat praktis, banyak orang yang malah jadi boros. “Kehadiran e-wallet membuat transaksi jauh lebih cepat, efektif, dan efisien. Namun, Anda harus bijak dalam mengelola e-wallet agar tidak terjerumus pemborosan,” ujarnya.

Dia pun memberikan tips agar tidak terjerumus pemborosan saat menggunakan dompet digital, di antaranya:

  • Tetapkan budget untuk dompet digital.

Tentukan dahulu berapa budget untuk dompet digital per bulan. Bisa itu Rp 300 ribu, Rp 400 ribu, dan seterusnya. Jika memiliki lebih dari satu dompet digital, maka bagilah porsi saldonya sesuai kebutuhan. Jika tidak dibagi, kesannya mubazir apalagi kalau saldo tersebut tidak digunakan sepeserpun untuk bertransaksi. Hal senada dilakukan untuk yang rutin menggunakan dompet digital, tetap harus ada budget agar pengeluaran lebih terkontrol.

  • Gunakan saat dibutuhkan saja.
BACA JUGA:   Langkah Sederhana Amankan Akun dan Data

Agar tidak boros, sebaiknya gunakan dompet digital pada saat dibutuhkan. Anda harus tahu manfaat apa yang ingin didapatkan dari pembayaran melalui dompet digital. Apakah itu hanya untuk membayar ongkos ojek online atau untuk membayar segala macam tagihan, seperti kartu pascabayar, PLN, internet.

  • Manfaatkan promo e-wallet yang terbesar.

Memiliki lebih dari satu e-wallet tentu akan menyulitkan mengontrol keuangan, tapi Anda bisa siasati dengan memanfaatkan satu e-wallet yang menawarkan promo terbesar. Apalagi sekarang satu restoran bisa bekerjasama dengan dua atau tiga e-wallet sekaligus dengan promo yang berbeda-beda.

  • Jangan keseringan top up.
BACA JUGA:   Bahaya Menyisakan Jejak Digital

Top up dalam jumlah kecil sebenarnya tidak terlalu dianjurkan karena ini malah membuatmu boros. Apalagi sekarang ini hampir semua bank membebankan biaya admin untuk top up. Walaupun nominalnya cuma Rp 1.000 atau Rp 2.500, tapi kalau dikalkulasi 10 kali top up, jumlahnya lumayan juga. Untuk menghindari top up berulang kali, terapkan poin nomor 1. Jika jatah saldo pada satu e-wallet habis sebelum akhir bulan, jangan top up. Sebaiknya gunakan e-wallet lain untuk membiayai pengeluaran Anda.

  • Monitor pengeluaran e-wallet secara berkala.

Selalu monitor pengeluaran e-wallet sebab, transaksi di bulan ini belum tentu sama dengan bulan sebelumnya maupun berikutnya. Bisa saja bulan ini banyak pengeluaran tidak terduga, teman kantor lebih sering ngajak makan di luar, dan sebagainya.

BACA JUGA:   Generasi Muda Kurang Memahami Budaya Digital

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).