Generasi Muda Kurang Memahami Budaya Digital

Tuesday, 22 June 21 Venue

Perkembangan komunikasi di era digital mulai terjadi dengan hadirnya smartphone yang memiliki fitur sangat canggih. Salah satu bagian yang paling utama adalah fungsi internet yang menjadi jauh lebih maksimal dan dimanfaatkan untuk komunikasi agar terhubung dengan orang lain.

Hal itu diungkapkan Satya Yozi, YouTube Host & Former Account Executive HASH Entertainment, dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis (17/6/2021).

“Dengan adanya smartphone, perkembangan media sosial sangat tinggi. Tidak bisa dimungkiri, pasar terbesar pengguna media sosial adalah para anak-anak muda. Generasi millennial pada umumnya merupakan pengguna terbesar dan paling aktif media sosial. Dari merekalah sebuah tren terbentuk dan tercipta,” katanya.

BACA JUGA:   Ragam Kasus Netizen Indonesia Serang Akun Luar Negeri

Satya menerangkan, rata-rata generasi muda ini kurang memiliki pemahaman tentang budaya digital sehingga banyak hal-hal yang terjadi dalam bermedia sosial, seperti ujaran kebencian dan penyebaran hoaks. Oleh karena itu, sudah saatnya kita bijak dalam bermedia sosial dan menggunakan media sosial dengan secukupnya dan seperlunya.

“Toleransi tidak mengartikan kurangnya komitmen seseorang pada kepercayaannya, melainkan hal itu mengutuk penindasan dan penganiayaan terhadap orang lain,” ujarnya.

Untuk menunjang pekerjaan di dunia digital, diperlukan orang yang cakap teknologi. Aryrton Eduardo Aryaprabawa, Founder & Director Crevolutionz, menerangkan, yang perlu diperhatikan dalam budaya digital adalah orang yang bisa melakukan perubahan perilaku, seperti etika sosial dalam berdigital, keamanan siber, dinamika komunikasi, dan juga tren yang cepat berubah.

BACA JUGA:   Membentuk Ruang Digital Aman Untuk Anak

“Semua itu dilakukan untuk makin cakap digital dengan kembangkan literasi dan wawasan, mampu mengakses kemajuan digital dan teknologi, serta siap menyambut dan bergabung dalam berbagai kesempatan pengembangan diri yang akan hadir,” paparnya.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

BACA JUGA:   Agar Digital Native Mampu Menjadi Pelopor Masyarakat Digital

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).