Guru Beretika Perlu Berkolaborasi dalam Dunia digital

Wednesday, 27 October 21 Venue

Etika menjadi salah satu hal penting bagi tenaga pendidik. Guru yang beretika mampu membuat proses belajar mengajar menjadi lebih menarik dan menyenangkan. Etika ini, menurut Dian Swika, Praktisi Olahraga perlu diterapkan baik dalam pembelajaran tatap muka maupun online.

“Sebagai pendidik kita harus punya kesadaran yang tinggi dalam beretika dan tahu pentingnya menunjukkan sikap yang beretika dari seorang muridnya,” ujar Dian Swika dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kabupaten Subang, Jawa Barat, Selasa (26/10/2021).

Dian mengatakan, Online learning merupakan keterampilan dan kemampuan yang perlu dikuasai pendidik. Setelah siswa mempelajari sesuatu dari kegiatan pembelajaran ini, siswa akan mengalami dampak, seperti paham dan terampil untuk melakukan sesuatu yang berkaitan dengan pembelajaran.

BACA JUGA:   Menjaga Data Pribadi Agar Tak Diretas

Menurutnya, dalam kegiatan belajar mengajar, etika bisa diterapkan oleh seluruh murid ketika guru sebagai pendidik juga mencontohkannya. Dalam mengajar daring, etika yang diperlukan ialah komitmen untuk meningkatkan kemampuan dalam menguasai teknologi, reflektif mengevaluasi kemampuan diri, menganalisis situasi, serta membangun pengakaman dalam penggunaan teknologi.

Dian menuturkan, guru beretika perlu berkolaborasi dalam dunia digital. Di samping itu, guru juga perlu berprinsip dalam berperilaku dan memiliki integritas untuk menghadapi perubahan lingkungan digital.

“Guru yang beretika pasti harus cerdas dalam memilih informasi, berpikir kritis dan logis, serta mengaplikasikan berbagai konsep teknologi. Kecerdasan dalam memilih sumber terpercaya adalah etika mendasar bagi kita sebagai guru daring,” ujar Dian.

BACA JUGA:   Instrumen Dalam Investasi Online

Dia mengatakan, guru yang beretika memiliki inovatif dalam membuat gagasan dan langkah-langkah yang berdampak untuk lingkungan digital. “Hal ini membuktikan tanggung jawab kita sebagai pendidik. Lalu, guru juga berdaya dalam memfasilitasi dan menggerakkan lingkungan sekitar untuk menciptakan dan memelihara lingkungan digital,” kata dia.

Namun, kesuksesan pembelajaran daring tidak hanya dipengaruhi kompetensi gurunya saja. Interaksi antara guru dan murid pun mempengaruhi. Antara keduanya harus saling memanusiakan hubungan dan memahami. Guru sebagai pendidik harus memperhatikan murid terkait akses dan penggunaan teknologinya. Membuat refleksi dan kesepakatan bersama dengan murid tentang capaian belajarnya dan harapan terhadap interaksi belajar daring.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

BACA JUGA:   Orangtua Perlu Tahu! Begini Ciri Anak Kecanduan Konten Pornografi

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).