Hal yang Dilarang Saat Berselancar di Media Sosial

Friday, 05 November 21 Venue

Penggunaan media sosial (medsos) memiliki dampak yang sangat besar. Apalagi menurut Moh. Rizki Firdaus, Direktur Utama CV. Kreasi Anak Nusantara, ketika muncul Pandemi COVID-19.

“Medsos menjadi salah satu pengisi rasa bosan paling ampuh jika tidak ada hal untuk dikerjakan. Bahkan ada juga orang yang banyak mendapatkan penghasilan dari medsos mereka,” kata dia dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (2021 untuk wilayah Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Rabu (03/11/2021).

Menurut Rizki, terdapat beberapa hal yang tidak boleh dilakukan selama berselancar di medsos, di antaranya:

  • Mengeluh tentang masalah pribadi

Menulis posting-an yang panjang sangat dibolehkan di medsos. Namun menulis dengan tujuan yang positif. Jangan sampai menulis posting-an panjang menceritakan masalah pribadi yang sedang dialami. Selain itu bersifat privasi yang tidak perlu diketahui semua orang, menceritakan masalah pribadi juga belum tentu menyelesaikan masalah.

  • Membuat komentar buruk di posting-an
BACA JUGA:   Alternatif Bisnis di Saat Pandemi

Komentar buruk menjadi hal yang wajib untuk dihentikan. Saat ini banyak kasus komentar orang yang dilaporkan ke pihak berwajib karena komentar buruk. Namun di satu sisi, menulis komentar buruk justru membuat orang lain menjadi tidak percaya diri dan tertekan, bahkan sampai depresi.

  • Ikut menyebarkan fake news

Saat ini berita yang tidak jelas kebenarannya banyak beredar di medsos. Tidak sedikit pula orang yang langsung menyebarkan tanpa mencari tahu lebih dalam tentang kebenarannya. Ketika berita sudah tersebar luas, tak menutup kemungkinan akan ada pihak yang cemas, dan dirugikan oleh berita tersebut.

  • Menggunakan kata yang kasar
BACA JUGA:   Hindari Hoaks, Jeli Memilah Berita

Saat memberikan komentar dalam sebuah posting-an seseorang, jangan pernah menggunakan kata-kata yang kasar. Mungkin sudah biasa melakukan itu, tetapi belum tentu orang lain akan menerima komentar kasar sehingga membuatnya tersinggung.

  • Memaksakan diri menjadi orang lain

Memang banyak orang-orang yang mengunggah berbagai posting-an menarik di medsos. Namun jangan sampai hal itu ditiru dan memaksakan diri menjadi orang lain di medsos. Sebaiknya buat konten yang menginspirasi sesuai bakat yang dipunya.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

BACA JUGA:   Dua Kunci Penting Netiket

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).