Ilmu ‘Hipnotis’ Copywriting

Friday, 09 July 21 Venue

Copywriting merupakan suatu ilmu dan seni dalam menulis. Tujuannya untuk mempengaruhi seseorang untuk bertindak sesuai dengan tujuan dari tulisan itu diperuntukan.

Mei Santi, Relawan TIK Tulungagung & Dosen Tetap STAI Muhammadiyah Tulungagung mengatakan, sebenarnya terdapat unsur ilmu hipnotis dalam copywriting ini. “Karena setiap kata, diksi, frasa atau kalimat dalam suatu copywriting harus bisa membuat seseorang merespon apa yang telah dituliskan oleh penulisnya yang biasa disebut sebagai copywriter,” ujarnya dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Rabu (7/7/2021). 

Seorang copywriter, lanjut dia, sama halnya dengan salesman atau salesperson dalam pemasaran konvensional. Tetapi bedanya jika salesman pempengaruhi prospek untuk melakukan pembelian melalui bahasa verbal atau apa yang dia omongkan beserta bahasa tubuhnya (body language), kalau seorang copywriter yaitu mempengaruhi prospek untuk melakukan pembelian melalui bahasa tulisan dalam berbagai media pemasaran Internet Marketing.

“Sekarang copywriting ini sangat penting, karena hasil dari copywriting itu sangat mempengaruhi keberhasilan suatu bisnis di dunia maya. Sebanyak apapun traffic yang dihasilkan atau sebanyak apapun prospek/leads yang berkunjung ke media internet marketing kita, tetapi kalau tidak menghasilkan konversi atau closing ya percuma saja,” ujar Mei.

BACA JUGA:   Literasi Digital Kunci Keberhasilan Cyber Pedagogy

Dengan segudang manfaat tersebut, lanjutnya, bukan berarti membuat copywriting adalah pekerjaan mudah. Untuk membuat sebuah copywriting yang bagus, harus tau bagaimana cara membuat copywriting yang menarik dan berkonversi tinggi.

•            Membuat headline menarik dan membuat orang penasaran. Jika headline Anda sudah menarik, masyarakat pasti akan merasa penasaran dengan apa yang dibicarakan di bagian yang lebih lanjut. Ini jelas akan membuat mereka untuk terus membaca artikel atau promosi Anda (dalam bentuk apapun).

BACA JUGA:   Mencegah Jebakan Berita Hoaks di Internet

•            Melakukan riset terlebih dahulu. Harus melakukan riset untuk menentukan strategi seperti apa yang cocok untuk bisnis Anda. Anda harus mengetahui siapa yang menjadi target market Anda. Agar promosi Anda tidak menjadi sia-sia.

•            Membuat copywriting yang tepat sasaran. Copywriting yang dibuat untuk iklan di televisi tentu berbeda dengan copywriting yang dibuat untuk iklan di website. Begitu juga iklan di media sosial, tentu berbeda dengan iklan yang ada di koran. Karena beberapa kelompok usia akan berpengaruh pada kebiasaan serta media informasi apa yang biasanya digunakan. Remaja hingga dewasa berusia 30-an akan sering menggunakan media sosial dibanding membaca koran atau tabloid.

BACA JUGA:   Medsos dan Dampak Negatif Bagi Kehidupan

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).