Belitung, Venuemagz.com – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Kelayang mulai mengepakan sayapnya sebagai salah satu destinasi unggulan untuk wisatawan mancanegara. Hal ini dibuktikan dengan kembali hadirnya penerbangan reguler internasional ke Pulau Belitung melalui maskapai Scoot pada 3 Mei 2026.
Scoot merupakan maskapai berbiaya rendah (LCC) dari grup Singapore Airlines yang sangat ditunggu kehadirannya ke KEK Tanjung Kelayang selama lima tahun belakangan ini. Saat ini, Scoot resmi melayani rute penerbangan langsung dari Bandara Changi, salah satu hub penerbangan tersibuk di Asia Tenggara, menuju Belitung sebanyak dua kali seminggu.

Penerbangan perdana dilakukan pada 3 Mei 2026 dengan mencatatkan kesuksesan besar yang dilihat dari tingkat keterisian kabin yang didominasi wisatawan mancanegara asal Singapura. Penerbangan internasional ini menandai momentum kebangkitan sektor pariwisata Indonesia sekaligus membuka keran devisa baru bagi perekonomian daerah dan nasional.
Pembukaan gerbang internasional ini diprediksi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dapat memberikan dampak dan efek berganda (multiplier effect) terhadap pariwisata Indonesia. Proyeksinya sangat optimis yaitu melonjak hingga 8 persen untuk pertumbuhan perekonomian Pulau Belitung yang didorong kuat oleh devisa yang dibawa wisatawan internasional.
Pariwisata sejatinya merupakan skema paling sederhana dan efisien bagi suatu daerah untuk memperoleh devisa negara. Berbeda dengan devisa dari sektor industri yang alurnya kompleks dan memakan waktu, distribusi dan penetrasi uang dari sektor pariwisata mengalir hingga ke tingkat individu dengan rantai proses yang sangat pendek dan cepat.
Sinergitas dengan Banyak Pihak
Dengan adanya penerbangan langsung internasional ini, semakin meyakinkan KEK Tanjung Kelayang untuk meningkatkan pariwisata daerahnya. Pasalnya, KEK Tanjung Kelayang berlokasi di Pulau Belitung dan menjadi salah satu Destinasi Pariwisata Prioritas yang telah ditetapkan pemerintah Indonesia.
Kawasan ini memposisikan dirinya sebagai lokomotif utama untuk meretas konektivitas internasional sebagai pintu masuk (entry point) devisa pariwisata bagi Indonesia. Berbagai langkah strategis pun telah dilakukan KEK Tanjung Kelayang salah satunya dengan sinergitas bersama pemerintah.
Dalam hal ini, KEK Tanjung Kelayang telah bersinergi dengan Kemenko Perekonomian, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pariwisata, serta jajaran pemerintah daerah untuk mewujudkan penerbangan regional internasional bersama Scoot. Sinergitas ini menjadi momentum strategis yang baik di tengah ketidakpastian geopolitik Timur Tengah.
“Hari ini, satu per satu masa depan pariwisata yang menjadi daya dorong pertumbuhan ekonomi dan penyedia lapangan kerja sudah terwujud,” kata Daniel Alexander Napitupulu, Direktur Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP) KEK Tanjung Kelayang.
Kembalinya penerbangan internasional ini bukan sekadar pendaratan sebuah pesawat, melainkan lepas landasnya perekonomian Belitung menuju kancah global. Penerbangan internasional ini juga menjadi simbol baru bahwa pariwisata Indonesia tidak sekadar bertahan, tetapi siang lepas landas menuju kejayaan baru.




