Jangan Bagikan Informasi Ini di Media Sosial

Tuesday, 09 November 21 Venue

Media sosial banyak digunakan masyarakat dari berbagai kalangan. Menurut Okky Alparessi, Model, Dosen dan Pemenang L-Men of The Year 2020, melalui media sosial, kita bisa melakukan banyak hal. Misalnya saja berkomunikasi dengan teman atau kerabat, berbagi berbagai hal, dan lain sebagainya.

“Namun, kita harus berhati-hati untuk menggunakan media sosial,” kata dia dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Senin (08/11/2021).

Jangan karena keasyikan, kata dia, jadi bebas membagikan berbagai informasi pribadi atau oversharing. “Meski terdengar sepele, ternyata hal ini bisa menimbulkan bahaya,” ujar dia yang juga berbicara sebagai Key Opinion Leader

BACA JUGA:   Pentingnya Menjaga Keselamatan Aset Digital

Okky mengatakan, oversharing adalah perilaku di mana seseorang terlalu banyak memberikan informasi detail tentang kehidupan diri sendiri ataupun orang lain di media sosial. Informasi-informasi ini berisi data pribadi yang enggak seharusnya diketahui orang lain. “Sayangnya, kita enggak sadar akan hal itu,” ujarnya.

Menurutnya meskipun informasi atau status yang di-update di media sosial terdengar biasa saja, tapi di tangan hacker, informasi tersebut bisa digunakan untuk mencelakai. “Bahkan, informasi bisa tetap didapatkan dengan menelusuri lewat orang sekitar, lalu meniru identitas mereka untuk menipu target,” kata Okky.

“Biasanya, hacker akan meniru identitas orang terdekat target, lalu melakukan penipuan terhadap target dengan meminta bantuan berupa kiriman uang atau pulsa,” ujar Okky.

BACA JUGA:   10 Etika Digital Yang Wajib Dikuasai

Dia mengatakan, terdapat beberapa informasi yang seharusnya tidak dibagikan di media sosial, yaitu:

  • Alamat rumah, sekolah, atau kantor
  • Nomor telepon
  • Tempat dan tanggal lahir
  • Lokasi terkini
  • Foto bayi
  • Barang-barang mewah
  • Foto KTP, paspor, SIM, atau boarding pass
  • Informasi keuangan
  • Dokumen rahasia
  • Masalah pribadi

“Kesadaran dalam bermain media sosial memang masih kurang di kalangan masyarakat. Padahal, menjaga data pribadi sangat penting untuk keamanan,” kata Okky.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

BACA JUGA:   Kenali Paham Radikalisme Agar Tidak Terpapar

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).