Kala Anak-Anak Menjadi Konsumen Media Digital

Sunday, 31 October 21 Venue

Penggunaan media digital menyasar sejumlah kalangan di Indonesia. Salah satu fase umur yang ikut masuk menjadi konsumen media digital yaitu pada usia anak-anak. Utamanya saat berlangsungnya Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia dua tahun belakangan

“Apalagi saat ini sekolah yang awalnya luring merambah ke daring,” kata Riskia Putri, Dosen FEBI IDIA AL Amien Prenduan, Sumenep, dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Jumat (29/10/2021).

Riskia mengatakan, tidak hanya faktor pandemi saja yang menyumbang angka anak-anak menjadi konsumen dunia digital. Baginya telah ada sejumlah temuan yang mengatakan konsumsi anak-anak ke media digital bahkan sering di mulai dari lingkungan kecil mereka.

BACA JUGA:   Agar Tidak Sembarangan Berkomentar di Ranah Digital

“Usia perkenalan anak dengan internet, termasuk menggunakannya terbukti sangat mudah yakni ketika anak masih berusia di bawah 5 tahun. Perkenalan anak dengan internet juga dimediasi oleh orangtuanya. Dan rumah adalah lokasi yang sering digunakan untuk mengakses internet,” ujar dia.

Penggunaan itu, lanjut dia, tidak masalah jika orangtua mampu menjaga anak-anak mereka dalam melakukan aktivitas bersama dunia digital. Akan tetapi, baginya ada sejumlah masalah yang belum dimengerti kebanyakan orangtua sebagian besar. Bahkan beberapa keluarga justru memberikan fasilitas internet dan gawai agar anak diam dan tidak mengganggu. Masing-masing sibuk dengan internet dan gawainya sendiri.

“Justru inilah yang akan membuat sejumlah permasalahan,” kata Riskia. Dia mengatakan,  mulai Kecanduan, mereka bertemu dengan orang yang mungkin bisa membahayakan dirinya. Mereka terpapar dengan konten penyimpangan sosial, radikalisme, terorisme. Mereka terhubung dengan pedophilia. Terpapar dengan konten pornografi/kekerasan/kebencian. Tereksploitasi secara komersial. “Terganggu privasinya, terhubung dengan orang yang tidak dikehendaki. Dan di-bully atau mem-bully,” ujarnya.

BACA JUGA:   Sharenting, Kelebihan dan Kekurangannya

Menurut Riskia, selain wawasan orangtua dengan etika digital dan membekali diri dengan digital culture, dalam mendidik anak di dunia digital harus memiliki aturan-aturan mendidik anak.

“Kiat mendidik anak di era digital dengan membuat aturan main yang jelas, orangtua memberikan contoh teladan (uswatun khasanah), temani anak saat bermain smartphone, memantau aplikasi yang anak akses,” ujar dia.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

BACA JUGA:   Kendalikan Diri, Hindari Gaya Hidup Konsumtif

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).