Keluarga, Pelindung Anak dari Bahaya Internet

Saturday, 16 October 21 Venue

Keluarga merupakan pihak yang dianggap cukup mampu untuk mengantisipasi bahaya penggunaan internet. Oleh karena itu, menurut Siti Munawaroh, Guru BK MTsN 1 Probolinggo, pembatasan dan bentuk edukasi mengenai baik dan buruknya internet harus dilakukan di kalangan keluarga terlebih dahulu.

“Teknologi tidak bisa dihambat tapi harus ada cara lain untuk melindungi anak-anak dari bahaya internet. Salah satunya berawal dari keluarga,” kata dia dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (14/10/2021).

Menurut dia, terdapat beberapa tips Internet Sehat untuk mengantisipasi penyalahgunaan internet di kalangan anak-anak, di antaranya:

  • Orangtua sebaiknya jangan menerapkan budaya larangan. Selama ini orangtua sering menerapkan pendidikan atas nama disiplin. Ini harus diubah. Orangtua harus bisa jadi tempat curhat anak.
  • Orangtua harus lebih partisipatif. Selama ini masukan-masukan sering berasal dari orangtua, sekarang anak-anak harus diberi kesempatan agar rumah menjadi lebih demokratis.
  • Rumah harus menjadi tempat yang nyaman agar anak tidak sering meluangkan waktu dan curhat di Facebook.
  • Jika bermain internet di rumah, tempatkan perangkat internet di tempat terbuka.
  • Jika diperlukan adakan penjadwalan untuk bermain internet. Dampingi anak dalam bermain internet. Jangan melarang tapi beri pengertian.
  • Tempatkan komputer di ruang keluarga atau tempat yang mudah diawasi.
  • Pelajari sarana komunikasi dan kandungan informasi yang ditawarkan internet. Ajukanlah pertanyaan kepada mereka. Dengan banyak bertanya, kita bisa menggali sejauh mana mereka memahami internet juga tentang cara menggali informasi yang bermanfaat.
  • Berikan pengertian kepada seluruh keluarga untuk tidak mrnjawab setiap email ataupun private chat dari orang tak dikenal.
  • Pertegas kepada siapapun yang menggunakan internet di rumah untuk tidak memberikan data pribadi atau keluarga.
  • Mintalah kepada anak di bawah umur untuk segera meninggalkan situs yang tidak pantas.
  • Tegaskan kepada anak maupun remaja di rumah untuk tidak gegabah merencanakan pertemuan langsung (face-to-face) jika bersikeras dampingi oleh orang dewasa dan sebisa mungkin pertemuan diadakan di tempat umum.
BACA JUGA:   Kemajuan Teknologi Informasi Jangan Disalahgunakan

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).