Kiat Menjadi Warganet Yang Sopan

Sunday, 26 September 21 Venue

Masyarakat Indonesia kini juga harus melakukan perilaku sopan saat berada di ruang digital. Menurut Ugan Nugraha, Relawan TIK Jawa Barat, saat menjadi warganet, masyarakat juga harus beradab karena di dalam dunia digital ini juga terdiri dari manusia sama seperti di kehidupan sehari-hari. Bahkan lebih banyak dan dari berbagai latar belakang karena berasal dari seluruh dunia.

Ugan membagikan kiat-kiat menjadi warganet yang sopan. “Dimulai dari harus memahami dahulu tipe media sosial. Mana media sosial yang lebih interaktif dan personal. Bagaimana berkomunikasi yang sopan di media sosial yang interaktif harus menjaga perasaan orang karena itu lebih banyak dilihat oleh banyak orang,” katanya dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (24/9/2021).

BACA JUGA:   Memanfaatkan Pelanggan Sebagai Intel Dalam Berbisnis

Menurutnya, untuk media sosial yang lebih personal memiliki etika kesopanan sendiri. Misalnya saat ingin mengirim pesan di WhatsApp dengan orang yang baru pertama kita kenal kita harus mengenalkan diri terlebih dahulu. “Kita juga harus tahu waktu kapan kita chatting dan aturan-aturan lain soal media sosial untuk lebih personal ini,” ujar dia.

Dia menambahkan, chatting secara langsung dan di grup juga berbeda aturannya. Ada etika ketika kita sedang berada dengan banyak orang dalam satu grup WhatsApp, bagaimana kita menghormati semuanya tidak membahas di luar tema grup tersebut dan yang paling penting jangan memancing keributan.

BACA JUGA:   Ancaman Penggerusan Budaya Indonesia Melalui Internet

“Kiat menjadi warganet yang sopan lainnya adalah kita harus menjadi warganet yang anti hoaks,” kata Ugan. Caranya, lanjut dia, selalu waspada dengan judul yang provokatif. “Ketika membaca judul yang provokatif jangan langsung terbawa emosi lalu percaya begitu saja. Kita wajib untuk mencari kebenarannya di media massa terpercaya.”

Dia melanjutkan, jika memang ingin membagikan informasi, pastikan kebenarannya narasumbernya, foto atau video dan tentunya apakah informasi ini memang penting untuk dibagikan. “Sebab sebenarnya tidak semua informasi walaupun benar dan sesuai fakta itu layak untuk dibagikan,” kata Ugan.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

BACA JUGA:   Trik Membuat Konten Menarik

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).