Literasi Digital Bikin Bijak Menggunakan Teknologi

Monday, 16 August 21 Venue

Salah satu komponen dalam lingkungan belajar dan akademis yaitu literasi digital. Penerapan literasi digital dapat membuat masyarakat jauh lebih bijak dalam menggunakan serta mengakses teknologi.

“Dalam bidang teknologi, khususnya informasi dan komunikasi, literasi digital berkaitan dengan kemampuan penggunanya,” kata DR. Firda Iragama Wessels, mahasiswa PPDS FK Universitas Airlangga, Key Opinion Leader dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Jumat (13/8/2021). Kemampuan menggunakan teknologi dengan bijak, lanjut dia, demi menciptakan interaksi dan komunikasi yang positif.

BACA JUGA:   Sembilan Bentuk Kekerasan Berbasis Gender Online

Firda mengatakan, literasi digital merupakan pengetahuan serta kecakapan pengguna dalam memanfaatkan media digital, seperti alat komunikasi, jaringan internet dan lain sebagainya. “Kecakapan pengguna dalam literasi digital mencakup kemampuan untuk menemukan, mengerjakan, mengevaluasi, menggunakan, membuat serta memanfaatkannya dengan bijak, cerdas, cermat serta tepat sesuai kegunaannya,” kata Putri Pendidikan Jawa Timur tersebut.

Firda mengatakan, literasi digital telah membawa banyak manfaat bagi kehidupan masyarakat. Manfaat tersebut di antaranya:

  • Kegiatan mencari dan memahami informasi dapat menambah wawasan individu.
  • Meningkatkan kemampuan individu untuk lebih kritis dalam berpikir serta memahami informasi.
  • Menambah penguasaan ‘kosa kata’ individu, dari berbagai informasi yang dibaca.
  • Meningkatkan kemampuan verbal individu. Literasi digital dapat meningkatkan daya fokus serta konsentrasi individu.
  • Menambah kemampuan individu dalam membaca, merangkai kalimat serta menulis informasi.
BACA JUGA:   Bahaya Pornografi dan Cara Menangkalnya

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).