BerandaLiterasi DigitalMasuk ke Ranah Audio, Rambah Dunia Podcast

Masuk ke Ranah Audio, Rambah Dunia Podcast

Published on

spot_img
spot_img

Selain YouTube, saat ini kebanyakan dari kita mulai menikmati konten-konten Podcast. Hal itu dikatakan Dera Firmansyah, Pemilik Podcast Teman Tidur, dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Senin (13/9/2021).

“Itu dibuktikan dengan tren pendengar Podcast di Indonesia yang telah menanjak meski belum sebanyak viewers video-video para Youtubers,” kata dia.  

Menurut Dera, terjun ke ranah Podcast tidak ada ruginya untuk dicoba. Sebab, ada beberapa hal yang bisa didapatkan saat merambah dunia Podcast. “Meskipun tren Podcast belum bisa mengalahkan YouTube, tapi media kreatif yang satu ini tidak bisa dianggap remeh. Dapat dilihat dari perkembangannya yang semakin hari semakin meroket,” ujarnya.

Dera mengatakan, kalau soal penggemar jangan ditanya lagi. “Pendengar Podcast diprediksi akan semakin meningkat di tahun mendatang,” kata dia.

Menurutnya terdapat beberapa faktor yang bisa dijadikan pertimbangan untuk masuk ke ranah berbasis audio ini, di antaranya:

  • Konten audio dapat dinikmati kapanpun bahkan di saat sibuk.
BACA JUGA:  Masyarakat Harus Memahami Hak Digital

Tidak seperti YouTube, konten Podcast sepenuhnya adalah audio. Sudah pasti kekurangan dari media yang satu ini salah satunya tidak adanya tampilan visual yang memanjakan mata. Namun, di balik itu semua Podcast justru memiliki kelebihan. Layaknya radio, Podcast dapat dinikmati saat kita sibuk bekerja atau belajar lewat smartphone atau tablet. Ini karena kita hanya mendengar suara dari Podcaster yang cuap-cuap saja tanpa perlu melihat visual apapun.

  • Tak perlu modal besar untuk membuat Podcast, bisa manfaatkan smartphone.

Selain dapat dinikmati lewat smartphone, bisa menciptakan konten Podcast sendiri dengan perangkat pintar yang dipunya. Buat kamu yang punya modal seadanya tak perlu risau. Kamu bisa memanfaatkan earphone yang dilengkapi mikrofon untuk merekam suara. Untuk kebutuhan rekaman serta edit audio bisa memakai aplikasi bawaan atau mengunduh di toko aplikasi. Jangan lupa unduh aplikasi yang berfungsi mengunggah hasil rekaman.

  • Waktu yang fleksibel dalam menciptakan konten.
BACA JUGA:  Gencarnya Digital Marketing Melalui Media Digital

Meski mirip seperti radio, membuat konten Podcast dapat dilakukan kapan saja. Tak seperti radio yang memiliki jadwal tetap, kita dapat melakukan rekaman memanfaatkan waktu senggang. Fleksibilitas menggarap konten memudahkan kita mengatur waktu sehingga aktivitas lain tak sampai terganggu. Namun perlu diingat bahwa meski fleksibel, mengatur kapan waktunya menciptakan konten baru tetap diperlukan agar makin banyak pendengar tertarik pada Podcast.

  • Peluang untuk dikenal banyak orang dan menambah relasi

Meski hanya menyapa lewat suara buka berarti seorang Podcaster tidak punya peluang dikenal banyak orang. Justru, dari suara serta konten-konten menarik yang dibawakan mencuatkan rasa penasaran di benak pendengar. Dari hal tersebut, orang akan mencari tahu siapa di balik konten Podcast. Selain dikenal pendengar, Podcast juga membuka kesempatan untuk bekerja sama dengan berbagai pihak yang bahkan belum pernah ditemui sebelumnya.

  • Kesempatan meraup pundi-pundi uang
BACA JUGA:  Membentuk Ruang Digital Aman Untuk Anak

Menciptakan konten-konten menarik secara konsisten tak hanya mendatangkan lebih banyak pendengar. Kerjasama yang bernilai uang juga terbuka. Meski belum penerapan iklan layaknya video di YouTube, kamu tetap bisa memperoleh pemasukan dengan mengambil tawaran mengiklankan produk tertentu.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 -untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

spot_img
spot_img

ITE HCMC 2026 Enters The Final Countdown, Ready To Host Vietnam’s Largest International Travel Expo To Date

ITE HCMC 2026 Enters The Final Countdown, Ready To Host Vietnam’s Largest International Travel...

Merayakan Indonesia Lewat 10 Sate Nusantara di Oakwood PIK dan Harris Puri Mansion Jakarta

Jakarta, Venuemagz.com - Jakarta tidak pernah kehabisan cara untuk merayakan Indonesia. Kali ini, perayaan...

Perpaduan Musik dengan Komedi Hadir di PROJEK-D Vol.5

Karanganyar, Venuemagz.com - Dyandra Promosindo kembali menggelar festival musik tahunan PROJEK-D. Edisi kelimanya ini...

Run For Animals Sukses Digelar, Ajak 2.244 Peserta untuk Konservasi Satwa

Jakarta, Venuemagz.com - Jagat Satwa Nusantara (JSN) sukses menggelar Run For Animals untuk pertama...

ITE HCMC 2026 Enters The Final Countdown, Ready To Host Vietnam’s Largest International Travel Expo To Date

ITE HCMC 2026 Enters The Final Countdown, Ready To Host Vietnam’s Largest International Travel...

Merayakan Indonesia Lewat 10 Sate Nusantara di Oakwood PIK dan Harris Puri Mansion Jakarta

Jakarta, Venuemagz.com - Jakarta tidak pernah kehabisan cara untuk merayakan Indonesia. Kali ini, perayaan...

Perpaduan Musik dengan Komedi Hadir di PROJEK-D Vol.5

Karanganyar, Venuemagz.com - Dyandra Promosindo kembali menggelar festival musik tahunan PROJEK-D. Edisi kelimanya ini...