Media Sosial, Manfaat dan Dampak Buruk Bagi Masyarakat

Sunday, 25 July 21 Venue

Media sosial bagi masyarakat saat ini telah menjadi kebutuhan. Melalui media sosial, seseorang dapat mengetahui berbagai ilmu dan perkembangan informasi yang sedang terjadi.

Hal itu dikatakan Mukhammad Kholil Subarkah, Founder Komunitas Dolan Pasuruan, saat menjadi Key Opinion Leader dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Jumat (23/7/2021).

Masifnya penggunaan media sosial, kata dia, juga sering digunakan untuk hal-hal yang kurang baik. “Oleh karena itu, penggunaan media sosial harus benar-benar diperhatikan,” ujarnya. Menurut Kholil, ada  beberapa manfaat dan dampak buruk dari penggunaan media sosial:

Manfaat Media Sosial

  • Konektivitas. Seseorang bisa menemukan beragam macam orang dari mana saja. Hal ini tidak terbatas jarak. Oleh karena itu, walaupun jauh, bisa terhubung.
  • Pendidikan. Media sosial tidak hanya untuk berhubungan dengan orang lain, tetapi juga pendidikan. Melalui media sosial, seseorang dapat memperoleh berbagai ilmu baru. Ilmu yang ada juga terdiri dari berbagai bidang sehingga menambah pengetahuan juga.
  • Bantuan. Media sosial dapat membantu ketika sedang membutuhkan bantuan. Melalui sebaran informasi yang ada, seperti donasi, media sosial dapat menyebar ke berbagai wilayah. Hal ini bisa mengundang empati orang lain untuk turut membantu seseorang atau lembaga sosial yang membutuhkannya.
  • Informasi. Manfaat media sosial yang cukup terasa yaitu penyebaran informasi yang ada. Walaupun tidak memperhatikan pemberitaan di televisi ataupun koran, dengan media sosial informasi tersebut tetap didapatkan.
  • Promosi. Media sosial juga bisa dimanfaatkan sebagai sarana informasi. Hal ini karena media sosial dapat dilihat siapa saja sehingga produk yang ditawarkan bisa diketahui banyak orang. Selain itu, media sosial juga bisa digunakan untuk iklan dan dihubungkan dengan target pasar yang dipilih.
  • Inovasi. Media sosial membuat seseorang melakukan berbagai inovasi. Hal ini bisa dihubungkan dengan profesi yang dimiliki. Media sosial dapat dimanfaatkan untuk membantu hal yang berhubungan dengan profesi.
BACA JUGA:   Menegakkan Nilai Budaya di Dunia Digital

Dampak Buruk Media Sosial

  • Penindasan Maya (cyberbullying). Menurut laporan yang diterbitkan oleh PewCenter.org, sebagian besar anak telah menjadi korban penindasan maya di masa lalu. Hal ini dapat berpengaruh kepada perkembangan anak tersebut serta menimbulkan ketidaknyamanan. Biasanya pelaku menggunakan akun palsu sehingga tidak diketahui.
  • Peretasan (hacking) dan Penipuan. Melalui media sosial, seseorang dapat meretas data pribadi orang lain dan disebarluaskan di internet. Hal ini juga bisa dijadikan sebagai pencurian identitas yang menyebabkan kerugian terhadap orang lain. Media sosial juga sering digunakan menipu orang lain, terutama untuk bisnis.
  • Kecanduan. Media sosial bisa menyebabkan rasa candu kepada seseorang. Hal tersebut terkadang membuatnya melupakan dunia nyata sehingga berbagai hal terabaikan begitu saja. Oleh karena itu, seseorang yang kecanduan media sosial akan sangat mengganggu kehidupan pribadi mereka.
  • Masalah Keamanan. Seseorang yang memiliki media sosial berisiko mengorbankan privasi yang dimiliknya. Hal ini karena media sosial dapat dilihat siapa saja, bahkan seseorang yang mungkin tidak dikenal. Hal itu juga bisa dimanfaatkan orang yang tidak bertanggung jawab.
  • Media Sosial Menyebabkan Kematian. Media sosial bisa sangat membahayakan nyawa seseorang. Misalnya, karena konten yang dibuat membuatnya harus mempertaruhkan nyawanya. Selain itu, karena adanya cyberbullying juga bisa membuat seseorang tertekan sehingga memutuskan untuk bunuh diri.
  • Menggunakan Narkoba dan Alkohol. Dalam media sosial sulit untuk disaring apa saja yang ingin kita lihat. Berbagai informasi dapat diketahui. Bagi beberapa orang suka membagikan gaya hidup yang mewah atau menggunakan narkoba dan alkohol. Hal itu membuat orang lain ingin melakukan hal yang sama sehingga menjadi pecandu narkoba dan alkohol juga.
BACA JUGA:   Ragam Cybercrime yang Merugikan Pengguna Internet

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).