Mengubah Budaya Konsumtif Menjadi Produktif

Tuesday, 02 November 21 Venue
travel fotografer

Saat ini tanpa sadar kita sudah tenggelam dalam ruang digital karena sudah menggunakan fitur-fiturnya dalam kehidupan sehari-hari. Sesederhana mencari rekomendasi makanan lewat internet.

“Dalam waktu satu menit banyak hal yang terjadi di dunia digital di seluruh dunia. Bahkan sekarang kita sibuk pakai sosial media, screen time kita bertambah sampai 8 jam. Akan tetapi apakah kita produktif atau konsumtif?” tanya Loka Hendra, Head of Food & Beverages Cinepolis Indonesia dalam Webinar Literasi Digital di Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (29/10/2021).

Loka mengungkapkan, cara membedakan produktif dan konsumtif di internet sangat mudah dan sederhana. Ketika kita menggunakan internet atau media sosial untuk hal produktif, maka kita akan menghasilkan sesuatu yang berguna juga. Ada value di dalamnya. Akan tetapi, kalau penggunaannya secara konsumtif kita hanya menjadi penikmat saja yang akhirnya tidak ada value utamanya.

BACA JUGA:   Kecanduan Gawai, Begini Gejalanya

“Kita bisa mulai mengubah aktivitas sebagai penikmat konten menjadi pembuat konten supaya lebih produktif,” kata dia.

Menurut dia, kita bisa mengubah budaya konsumtif menjadi produktif dimulai dari hobi terlebih dahulu. Ketika menjalankan hobi, kita menjalankan sesuatu di mana kita merasa memiliki passion di dalamnya. “Kemungkinan jenuhnya sedikit karena kita senang untuk melakukan hal tersebut,” ujar Loka.

Pekerjaan-pekerjaan yang berawal dari hobi itu, lanjut dia, harus memenuhi kreativitas dan ide-ide yang inovatif yang diterapkan di ruang digital. “Kita bisa mulai dari hal-hal kecil di kehidupan kita sehari-hari. Enggak usah mikirin yang terlalu besar banget. Misalnya mulai dari tips and trik atau review makanan, unboxing, atau apapun yang bisa mengubah kita agar lebih produktif,” ucap Loka.

BACA JUGA:   Meminimalisir Dampak Negatif Perkembangan Teknologi

Loka mengatakan, kita sangat bisa menjadi produktif dengan memanfaatkan platform digital. Memaksimalkan fitur-fitur seperti Instagram Reels, Feeds, atau Instagram Story. Setiap konten harus dibuat dengan semenarik mungkin untuk menggaet audiens.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

BACA JUGA:   Agar Aman Bertransaksi Online

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).