Terdapat 202,6 juta pengguna internet dan 170 juta pengguna aktif media sosial. Tentunya, dengan angka tersebut membuat target pasar di Indonesia memiliki peluang yang besar.
“Namun, tingginya pasar tidak sebanding dengan UMKM yang beralih ke digital. Menurut data Kementerian Komunikasi dan Informasi, di tahun 2019 hanya ada 8 juta UMKM yang go digital dari 59 juta UMKM,” kata Jatmiko Fitri Hamzah, Ketua RTIK Magetan dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Jumat (08/10/2021).
Menurut Jatmiko, hal itu terjadi karena masyarakat masih menggunakan pola pikir yang lama (jualan offline, buka toko, menyiapkan rak). “Ini kesempatan kita untuk memulai ambil andil meningkatkan pendapatan dengan go digital,” tutur dia.
Membuka toko online, kata Jatmiko, lebih minim biaya operasional. Menurutnya, uang operasional tersebut bisa digunakan untuk hal lain seperti meningkatkan produktivitas dan fleksibilitas kerja. Bisnis online juga bisa memperluas jangkauan, serta adanya peluang yang besar seiring meningkatnya jumlah transaksi online di Indonesia.
“Untuk itu, kita perlu meng-upgrade skills dan beradaptasi dengan memiliki growth mindset,” kata dia. Skill yang dibutuhkan di antaranya, mampu memilih platform jualan yang tepat, membuat konten dan analisa konsumen, dan juga mampu menggunakan aplikasi penunjang.
Dia juga mengatakan, sebagai penjual, perlu membuat konten-konten yang menarik mulai dari foto produk, video promo, cerita, copywriting, dan content writing di media sosial. Di samping itu, aplikasi penunjang yang bisa digunakan untuk mengunggah konten-konten tersebut di antaranya marketplace dan media sosial. “Agar produk atau toko semakin mudah ditemukan, kita bisa mempelajari juga terkait SEO dan Ads online.”
Jatmiko mengatakan, sementara itu, perkembangan konsumen di Indonesia rata-rata merasa kebingungan terkait barang yang dibutuhkan atau diinginkan. Kemudian, ketertarikan terhadap suatu produk dan bertanya kepada orang mengenai produk tersebut. Setelahnya, baru ada aksi dan pengambilan keputusan untuk membeli produk secara online.
“Biasanya para konsumen di Indonesia kalau sudah peduli pasti membuat ulasan. Baik secara positif maupun negatif, itu karakter konsumen di Indonesia. Ini bisa dianalisa penjual untuk menentukan strategi marketing selanjutnya karena berjualan online sifatnya dinamis dan berubah-ubah,” ujar Jatmiko.
Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).





KOMENTAR
0