BerandaLiterasi DigitalMenjadi Pembeli yang Cerdas di Tengah Euforia Belanja Online

Menjadi Pembeli yang Cerdas di Tengah Euforia Belanja Online

Published on

spot_img

Keterbatasan aktivitas fisik di masa Pandemi Covid-19 meningkatkan kegiatan belanja online. Menurut Ria Ariyanie, Praktisi Humas & Komunikasi, saat ini kita berada pada di ekonomi stay at home yang berarti semua kegiatan ekonomi dilakukan dari rumah.

“Namun, di tengah euforia belanja online ini pada faktanya masih banyak terjadi kejahatan seperti penipuan,” kata dia dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu (27/10/2021). Beberapa penipuan yang sering terjadi, menurut dia, yaitu barang palsu, barang tidak sesuai deksripsi, barang tidak sampai, kode OTP, tautan surel, dan lainnya.

Dari modus-modus tersebut, bahayanya akun bisa diretas lewat kode OTP yang dibagikan ke oknum. Pencurian uang atau barang, Modus penipuan tersebut juga berpotensi menimbulkan pemerasan pada korban, kloning yag bisa mencuri data pribadi, hingga phishing.

“Belanja online itu seharusnya aman dan nyaman. asalkan kita bisa menjadi smart buyer atau pembeli yang cerdas,” tutur Ria.

BACA JUGA:  Teknologi Digital Membuat UMKM Hemat Modal dan Waktu

Menjadi pembeli yang cerdas, kata dia, berarti kita tidak mudah tergiur harga murah yang sangat miring. Kemudian, gunakanlah marketplace terutama untuk pengalaman pertama saat belanja pada suatu toko. Lalu, cek sebelum membeli atau bertransaksi secara online.

Ria menuturkan, hal-hal yang perlu dicek sebelum transaksi. Pertama, kepercayaan tokonya dengan melihat likes dan komentar, testimoni toko dari pembeli, pengikut atau followers yang asli, memastikan deskripsi dan ketersediaan produk, cek biaya kirim dan layanan kurir. Apabila transaksi dilakukan di luar marketplace, cek rekening penjual pada situs cekrekening.id milik Kemenkominfo.

BACA JUGA:  Yuk, Menabung!

“Pelajari otentikasi produk, ini untuk menjaga kita saat percaya dengan endorse influencer. Pelajari juga istilah-istilah dalam penjualan, cari barang yang sama lalu bandingkan. Tanya produk sedetil mungkin kepada penjual. Sebagai pembeli, kita memiliki hak atas itu sebagai seorang konsumen,” ujar Ria.

Dia mengatakan, apabila menjadi korban penipuan dari toko online, laporkan ke bank asal, bank tujuan, dan lapor ke Polda dengan mengumpulkan bukti-bukti yang valid.

BACA JUGA:  Cerdas Gunakan Dompet Digital, Ini Tipsnya

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 -untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

spot_img
spot_img

Ini Layanan Publik Pemprov DKI Jakarta yang Hadir di Jakarta Fair 2026

Jakarta, Venuemagz.com - Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2026 tengah digelar di Jakarta International Expo...

Pekan Raya Grogol 2026 Siap Digelar di Aston Kartika Grogol

Jakarta, Venuemagz.com – Aston Kartika Grogol Hotel & Conference Center berkolaborasi dengan Pemerintah Kota...

Teknologi Mengubah Cara Memilih Destinasi, Kepercayaan Tetap Menjadi Kunci

Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) mulai mengubah wajah industri pariwisata global, termasuk di Indonesia....

Wisata Medis di Malaysia Masih Menjadi Favorit Warga Indonesia

Jakarta, Venuemagz.com -- Indonesia masih menjadi pasar utama bagi sektor wisata medis Malaysia. Hal...

Ini Layanan Publik Pemprov DKI Jakarta yang Hadir di Jakarta Fair 2026

Jakarta, Venuemagz.com - Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2026 tengah digelar di Jakarta International Expo...

Pekan Raya Grogol 2026 Siap Digelar di Aston Kartika Grogol

Jakarta, Venuemagz.com – Aston Kartika Grogol Hotel & Conference Center berkolaborasi dengan Pemerintah Kota...

Teknologi Mengubah Cara Memilih Destinasi, Kepercayaan Tetap Menjadi Kunci

Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) mulai mengubah wajah industri pariwisata global, termasuk di Indonesia....