Menjaga Reputasi di Dunia Maya

Friday, 03 September 21 Venue

Menjaga reputasi di dunia maya sama pentingnya dengan dunia nyata. Hal itu dikatakan ujar Ali Mashuri, Founder Loma Group, dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Sampang, Jawa Timur, Rabu (1/9/2021).

“Jika salah posting, reputasi Anda bisa saja tercoreng. Belum lagi, komentar negatif dari netizen, akan sangat berdampak pada kesehatan mental Anda,” kata dia. 

Selain itu, lanjut dia, menjaga reputasi diri tetap positif di dunia maya, akan membawa banyak manfaat. Sehingga harus diperhatikan jejak digital. “Karena jejak digital itu adalah informasi apa pun yang Anda tinggalkan tentang diri Anda di internet, mulai dari unggahan dan komentar di media sosial, penggunaan aplikasi, email, jejak navigasi GPS, serta situs web yang Anda kunjungi.”

BACA JUGA:   Membuat Konten yang Baik di Media Sosial

Efek jejak digital, kata dia, bisa bermacam-macam, tergantung dari penggunaannya, bisa positif atau sebaliknya malah berdampak negatif. Untuk menghindari hal-hal yang berpotensi merusak reputasi diri di dunia maya, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan untuk menjaga reputasi tetap positif.

•             Atur privasi posting

•             Jangan oversharing

•             Teliti sebelum menyebar berita

BACA JUGA:   Memanfaatkan Media Sosial Untuk Mendatangkan Uang

•             Jangan mudah terprovokasi

•             Ingat ada jejak digital

•             Tahan diri di grup chat

•             Jangan berbagi konten tak pantas

•             Berhenti mengeluh di media sosial

•             Browsing tentang diri Anda sendiri

•             Gunakan Google/Profiles

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

BACA JUGA:   Pentingnya Perlindungan Data Pribadi di Internet

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).