Di Indonesia, secara populasi generasi Z adalah yang terbanyak. Jumlahnya mencapai 72,8 juta (27 persen) dari 267 juta penduduk Indonesia pada 2019. Sedangkan milenial mencapai 66,7 juta (25 persen), dan gen-X jumlahnya mencapai 21 persen dari total populasi.
Menurut Dewi Wahyu Wijianti, Koordinator Tutor Bimbel Privat Mandiri, generasi milenial (kelahiran 1981-1996) dan generasi Z (kelahiran 1997 ke atas) identik dengan generasi yang tumbuh bersama dan bergelimang dengan teknologi. “Sejak lahir, penemuan teknologi awal milenium ketiga seperti komputer, smartphone, hingga perangkat digital lain seolah menunggu mereka,” kata dia dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Jumat (29/10/2021).
Sementara Generasi X (kelahiran tahun 1965-1980) dan generasi baby boomers (1946-1964), kata dia, tak sepenuhnya merasakan hal itu. “Saat milenial dan gen-Z tumbuh, secara tidak langsung terjadi transisi demografi dan transisi digital. Berkat kemajuan peradaban, banyak hal bisa dilakukan dengan mudah, mulai dari akses informasi hingga belanja di internet,” ujar Dewi.
Dia menuturkan, hasil pengolahan Lokadata.id atas Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2019 mencatat, jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 116 juta. Sekitar 13 persennya, atau 15 juta penduduk mengaku suka berbelanja menggunakan internet.
“Menggunakan internet dan suka belanja online dimonopoli milenial. Dari 47 juta milenial pengguna internet, sebanyak 17 persen atau sekitar 7,8 juta di antaranya suka belanja online. Entah itu membeli kebutuhan barang atau jenis jasa,” kata Dewi.
Dia mengatakan, pengguna internet dari gen-Z sekitar 44 juta. Kira-kira 3,8 juta (9 persen) di antaranya suka belanja di internet. Sementara dari kalangan gen-X sekitar 21 juta pengguna, dengan 13 persen atau 2,8 juta pembelanja daring.
Dewi mengatakan, kelompok pasar terbesar jual beli online di Indonesia dari kalangan milenial dan gen-Z. “Terlepas dari penggolongan generasi, perebutan pasar online adalah usia produktif (15-65 tahun), di mana konsumsi dan pemenuhan kebutuhannya sedang tinggi,” tutur dia.
Meski milenial dan gen-Z identik dengan internet dan digital, Ignatius mengingatkan, persaingan pangsa pasar itu bukan milik e-dagang semata, juga sektor-sektor lainnya, seperti perumahan, travel, hingga hiburan, dan banyak sektor lain.
“Sebenarnya ini bukan hanya e-commerce. Kelompok pembeli terbesar memang milenial dan gen-Z mulai tumbuh. Jadi enggak bisa dikatakan ini hanya untuk e-commerce,” kata Dewi.
Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 -untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).





