Peran Orangtua Mencegah Cyberbullying Pada Anak-Anak

Saturday, 26 June 21 Venue

Permasalahan bullying atau intimidasi terhadap anak dan remaja Indonesia dinilai masih memprihatinkan. Terlebih lagi di era digital, anak-anak rentan terhadap cyberbullying maupun pelaku perundungan.

Acep Syaifudin, Digital Literacy Coordinator (Internet Safety) ictwatch.id, mengatakan, cyberbullying di dunia maya merupakan segala bentuk kekerasan yang dialami anak atau remaja dan dilakukan teman seusia mereka melalui dunia maya atau internet. Cyberbullying terjadi sejak adanya media sosial.

“Internet ibarat dua sisi mata pisau. Bisa menjadi alat untuk menyebarkan kebaikan dan hal-hal positif, tetapi banyak juga disalahgunakan untuk hal negatif dan merugikan pihak lain,” kata Acep saat menjadi pembicara di webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Selasa (22/6/2021).

BACA JUGA:   Ruang Siber, Tempat Istimewa Teroris Temukan Sumber Daya Baru

Bullying adalah sebuah perilaku yang melecehkan ataupun merendahkan seseorang. Biasanya anak-anak korban cyberbully memiliki tanda-tanda emosi anak berubah drastis setelah pakai ponsel atau berinternet, serta anak menarik diri dari teman atau kegiatan yang biasa mereka lakukan.

 “Selain itu, nilai anak turun dan merasa tidak puas dengan sekolah atau kelas tertentu dan anak menunjukkan tanda-tanda depresi atau stres,” paparnya.

Ia menambahkan, kebanyakan anak-anak yang mengalami cyberbullying tidak mengerti sepenuhnya apa yang terjadi. Mungkin ketika mereka merasa tertindas, mereka akan merasa ketakutan atau bahkan marah. Maka itu, butuh peran orang tua untuk mendampingi.

BACA JUGA:   Teliti Bermain Media Sosial

Orang tua memiliki peran penting dan hak penuh untuk mendampingi dan mengawasi anaknya. Karenanya jika sudah meresahkan dan tidak lagi bisa diatasi sendiri, laporkan agar tidak berkelanjutan. Banyak kasus cyberbullying pada anak tidak terdeteksi dini hingga akhirnya menimbulkan akhir yang buruk.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

BACA JUGA:   Membuat Citra Baik di Media Digital

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).